Pedomanbengkulu.com, Seluma – Setelah sempat tidak hadir dalam undangan hearing di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Seluma, manajemen salah satu minimarket waralaba di kabupaten Seluma akhirnya datang pada kamis (26/12/2019) siang. Pihak manajemen mendapat pertanyaan dari dewan terkait perizinan, IMB, keberadaan kantor perwakilan, hingga petugas keamanan.

Dewan menilai kondisi gerai minimarket yang sudah beroperasi, tidak aman, khususnya untuk karyawan perempuan. Keamanan tersebut salah satunya dikhawatirkan karena tidak ada petugas keamanan.

“Kebanyakan karyawannya perempuan, saat ini belum ada pengamanan, bagaimana jika ada yang ingin melakukan kejahatan,” jelas anggota DPRD Seluma dari fraksi Nasdem, Tenno Heika.

Tidak adanya kantor perwakilan di kabupaten Seluma, juga menjadi sorotan dewan dalam hearing. Adanya kantor perwakilan dapat mempermudah urusan di kabupaten Seluma. Tak hanya itu, dewan juga menyoroti izin menegak bangunan (IMB).

“Harus ada perwakilan di Seluma, sehingga tidak perlu lagi berurusan dengan pihak manajemen yang berada di Bengkulu atau Palembang,” jelasnya.

Sementara itu pihak manajemen yang diwakili oleh Gustianto mengatakan, seluruh hasil hearing akan dikordinasikan dengan pimpinan manajemen.

“Akan dibicarakan dengan pimpinan hasil hearing ini, dan kami tunggu petunjuk dari pimpinan nantinya,” jelas Gustianto.

Berdirinya minimarket waralaba di Seluma, sebelumnya mendapat kritik dari DPRD Seluma, karena dinilai menyalahi aturan, pasca dilakukan sidak. Selain itu DPRD juga mempertanyakan sumbangsih yang dapat diberikan minimarket tersebut untuk kabupaten Seluma. Adapun saat ini minimarket sudah beroperasi di wilayah kecamatan Sukaraja, Seluma, dan Talo. [IT2006]