PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Yoga Baguswara (25) pemuda asal Lubuk Linggau Sumatera Selatan dan tinggal di Timur Indah Kecamatan Singgaran Pati Kota Bengkulu yang mengaku menjadi korban pembegalan di Danau Dendam Kota Bengkulu pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 00.38 WIB ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita bohong atau hoax. Pasal yang disangkakan kepada tersangka sama dengan pasal yang disangkakan polisi kepada aktivis Ratna Sarumpaet atas kasus penyebar hoax atas penganiayaan dirinya.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, S.IK di Mapolres Bengkulu, Selasa (31/12/2019) mengatakan, tersangka dijerat pasal 14 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana yang berbunyi, barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong.

Tersangka juga dijerat Pasal 45A Undang Undang nomor 19 tahun 2016 perubahan dari Undang Undang nomor 8 tahun 2011 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Kasus ini akan kita proses secara hukum sampai tuntas. Bagaimanapun kasus ini sangat meresahkan yang seakan-akan di Danau Dendam terjadi sesuatu yang merugikan, padahal kejadian itu tidak ada, ataupun yang bersangkutan terlilit utang,” kata Pahala Simanjuntak.

Pahala Simanjuntak mengatakan, modus tersangka menyebarkan berita hoax yaitu menyampaikan kepada wartawan dengan mengatakan bahwa tersangka pada tanggal 27 Desember 2019 sekira pukul 00.30 WIB saat tersangka berboncengan dengan adiknya mengendarai sepeda motor, saat melintas di Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu ada empat orang, satu orang berdiri di jalan dan tiga orang lainnya mengadap ke Danau, tiba-tiba orang yang berdiri membacok lengan kiri adik tersangka dan pada saat itu mereka terjatuh yang selanjutnya dua orang pelaku mengambil sepeda motor tersangka. Namun ternyata cerita tersebut rekayasa dari tersangka sendiri.

“Tersangka ini berpura-pura seakan akan menjadi salah satu korban pembegalan bersama adiknya, dan ternyata itu berita bohong, yang bersangkutan tidak mengalami kejadian seperti yang disampaikan. Tersangka ini punya hutang, dengan membuat cerita seperti ini (bohong) agar yang dihutangi ada rasa kasian,” kata Pahala Simanjuntak. [Anto]