Pedomanbengkulu.com, Pagar Alam – Pencarian korban bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang, yang mengalami kecelakaan di tikungan Lematang, Kota Pagaralam, akhirnya resmi dihentikan. Pencarian dilakukan seminggu pasca kejadian naas tersebut.

Basarnas Palembang melalui rilis resminya yang disampaikan oleh Humas, Dayu Willy mengatakan, operasi SAR terhadap insiden kecelekaan Bus Sriwijaya dihentikan setelah tidak ada lagi informasi baru dari pihak keluarga penumpang mengenai adanya korban yang belum ditemukan.

“Setelah melaksanakan pemantau sampai dengan h.7 pada kondisi penanganan khusus kecelakaan bus sriwijaya di kota Pagaralam, hari ini (30/12) pukul 18.00 wib secara resmi operasi SAR dinyatakan ditutup oleh Basarnas Palembang, dikarenakan tak ada lagi informasi dari keluarga korban yang malaporkan maupun tanda – tanda bahwa masih adanya korban di lokasi kejadian” jelas Dayu Willy (30/12/2019).

Basarnas mengucapkan terima kasih atas kerjasama antar seluruh lembaga, yang ikut mencari korban pasca kejadian kecelakaan maut tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur potensi SAR yang telah membantu pelaksanaan operasi SAR tersebut, dan terima kasih atas kontribusi rekan – rekan media baik cetak, online maupun elektronik atas pemberitaannya” jelasnya.

Adapun total korban dalam peristiwa ini mencapai 48 orang, dengan korban meninggal dunia sebanyak 35 orang dan 13 orang selamat. Bus Sriwijaya mengalami kecelakaan saat melintas di tikungan tajam, dan masuk ke dalam sungai Lematang yang berada kurang lebih 150 meter dibawah badan jalan, pada malam hari pukul 23.15 tanggal 23 Desember 2019 lalu. Korban jiwa berasal dari Provinsi Bengkulu maupun Sumatera Selatan. [IT2006]