PedomanBengkulu.com, Kepahiang —Penyidikan kasus dugaan pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tahun 2015 terus bergulir di meja penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang.

Kepala Kejari Kepahiang H. Lalu Syaifudin, SH.MH saat dikonfirmasi, Jumat (6/12/2019) mengatakan terkait perkara tersrbut penyidik masih mengumpulkan dan melengkapi alat bukti yang sudah didapat.

“Kita lengkapi, nanti ahli akan mengitung perkiraan harga lahan pada saat transaksi dilakukan,” kata H. Lalu.

H. Lalu mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan gelar perkara terlebihdahulu di Jakarta bersama tim penilai untuk mengetahui proses dari pengadaan lahan tersebut.

“Untuk perhitungan kerugian negaranya insya Allah di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ucap H. Lalu.

H. Lalu menambahkan, untuk pemeriksaan saksi sudah hampir tuntas. Dan sekarang penyidik mengarah ke pemeriksaan ahli-ahli.

Dilansir sebelumnya, dalam kasus ini pienyidik juga sudah melayangkan surat ke Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) dalam penyidikan tersebut untuk menghitung nilai lahan yang sebenarnya. Hasil penilaian dari KJPP itu nantinya dapat dijadikan dasar untuk perhitungan kerugian negaranya oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu untuk audit kerugian negaranya.

Dalam pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai Kabupaten Kepahiang seluas 8.800 meter persegi pada tahun 2015 yang menggunakan dana ABPD Perubahan Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sebesar 1,2 Milyar rupiah itu diduga telah terjadi mark’up dan ada prosedur yang tidak dilakukan. [Anto]