PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik unit tindak pidana korupsi Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi Pengadaan Saranan Prasarana Balai Budidaya Ikan Laut Payau (BBILP) yakni pembangunan tandon air di PPI Pulau Baai tahun 2017 pada Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu.

Dihentikannya kasus tersebut atau Surat Penghentian Penyidikan (SP3) setelah ada itikad baik dari pihak bersangkutan mengembalikan kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit investigasi dari BPKP. Atas dasar tersebut penyidik kemudian melakukan gelar perkara dan berkesimpulan kasus dihentikan.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan, Rabu (25/12/2019) mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kemudian ada pengembalian kerugian negara berdasarkan hasi audit investigasi.

“Sudah kita hentikan, karena kemarin itu masih dalam penyelidikan dan ada pengembalian kerugian negara berdasarkan audit investigasi,” kata Indramawan.

Diketahui sebelumnya dalam penyelidikan kasus tersebut berdasarkan hasil audit investigas ditemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar 92 juta rupiah lebih. Kemudian pihak bersangkutan pada tanggal 21 Agustus 2019 lalu mengembalikan kerugian yang dialami negara sesuai dengan hasil audit.

Pembangunan tandon air itu untuk menampung air laut. Setelah air ditampung kemudian dialirkan ke kolam pembudidayaan ikan laut payau di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Proyek DKP Provinsi Bengkulu yang dikerjakanoleh CV Wijaya Persada itu menggunakan dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp 345.796.000. Dari besaran dana tersebut ada pencairan uang muka 30 persen sebesar Rp 103.738.800. Namun proyek tersebut pengerjaannya tidak selesai dan kemudian Polres Bengkulu melakukan penyelidikan dan hasil audit investigasi ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 92 juta lebih. [Anto]