Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Senin (9/12/2019) melaksanakan kegiatan bagi bagi bunga dan stiker kepada pengendara yang melintas di depan Kantor Kejari Rejang Lebong di Jln Basuki Rahmat No.148, Dwi Tunggal, dan Bundaran Air Putih Curup. Kegiatan ini melibatkan generasi milenial dari kampus dan anak SMA. Diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Conny Tonggo Masdelima SH,.MH kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.

“Untuk memperingati hari anti korupsi ini, kita melaksanakan upacara yang digelar di halaman kantor kejaksaan Negeri Rejang Lebong dan usai upacara kita turun ke jalan bersama anak-anak generasi milenial membagikan bunga dan memasang stiker anti korupsi di mobil-mobil yang melintas,” kata Conny.

Lebih lanjut disampaikan Kajari, berangkat dari pemahaman bahwa korupsi merupakan musuh bersama. Atas dasar itu maka sudah barang tentu agenda pemberantasan korupsi harus merepresentasikan upaya yang melibatkan partisipasi semua komponen bangsa. Terlebih aparatur Kejaksaan sebagai garda terdepan yang memiliki peran penting dan vital dalam penegakan hukum, maka sudah sepatutnya mendorong dan menggerakkan setiap warga masyarakat dan komponen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan moral dalam memerangi korupsi di level manapun.

“Hari anti korupsi ini menjadi momen bagi internal Kejaksaan untuk melakukan introspeksi diri dan akan menjadikan kejaksaan lebih baik kedepannya. Untuk penegakan hukum kami juga akan mencoba lebih efisien, efektif, produktif, transparan dan akuntabel,” kata Conny.

Kajari juga menambahkan, dalam pemberantasan korupsi, Kejaksaan tidak dapat berdiri sendiri. Perlu juga melibatkan berbagai komponen bangsa termasuk masyarakat.

“Masyarakat juga bisa memberikan informasi jika mengetahui adanya tindak pidana korupsi. Rekan-rekan media juga tentu berperan. Untuk penindakan sendiri kita di tahun 2019 ini menangani dua kasus yakni Korupsi APBD dan Korupsi Dana Desa. Untuk tahun 2020 nanti kita juga sudah membuat target minimal melakukan penindakan dengan menagani 2 kasus korupsi yang nilainya di atas puluhan miliar yang merugikan APBD Rejang Lebong. Sekarang kita tengah melakukan Pulbaket, untuk kasus apa dan di dinas apa nanti akan kita sampaikan ke masyarakat melalui media,” pungkas Conny. [Julkifli Sembiring]