PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Lembaga Adat merupakan bentengnya Pancasila. Apabila adat dan budaya kuat, maka hal itu akan menjadi kekuatan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bertolak dari hal ini, Mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu turut mendukung penguatan kelembagaan adat, baik sumber daya manusianya maupun tata kelolanya.

Mendukung hal itu, puluhan Mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu yang dikoordinir oleh Veldi Yuni Setiawan dan didampingi oleh dosen pembimbing Bayu Risdiyanto menggelar Fokus Group Diskusi (FGD), Rabu (11/12/2019).

FGD yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Jl Simpang Empat Betungan Kota Bengkulu dan diikuti Ketua Adat (Sarkawi), tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar, terkhusus lembaga adat setempat.

“Kegiatan ini bermaksud agar mahasiswa mengetahui bagaimana peran adat dalam menyikapi masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat, serta dapat mempertahankan peran lembaga adat agar tidak hilang dengan kemajuan zaman,” ujar Ketua Pelaksana Acara FGD Veldi Yuni Setiawan.

Selaku Dosen Pembimbing, Bayu Risdianto mengharapkan kepada pengurus lembaga adat agar dapat berbagi ilmu dan pengalaman terkait penyelesaian masalah adat yang terjadi di lingkungan Masjid Nurul Iman Jl Simpang Empat Betungan tersebut.

“Kami dari Universitas Dehasen bersama mahasiswa berharap kepada pengurus adat untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa kami terkait peran adat dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di lingkungan ini,” kata Bayu.

Diikuti sebanyak 39 peserta, Ketua Adat Sarkawi mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya hukum adat sangat diperlukan dalam upaya penguatan tata kelola dalam bermasyarakat.

“Adat mau tidak mau harus bertransformasi secara menyeluruh. Harus ada penguatan SDM, penguatan adat lingkungan, dan penguatan pemerintahan adat.” Pungkas Sarkawi.[Mario]