Oleh: Tri Sugeng

Beberapa bulan lagi Ujian Nasional (UN) akan segera dilaksanakan baik di tingkat SD, SMP dan SMA. Pelaksanaannya pun sama dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebelumnya, hanya saja pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menambahkan sedikit aturan baru yaitu dengan melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara online di beberapa sekolah.

Aturan baru yang dirancang oleh pemerintah untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara online tersebut sangat baik. Tetapi, dilihat dari keadaan dan situasi yang ada di lapangan saat ini, rencana pelaksanaan Ujian Nasional secara online tersebut tidaklah tepat dan perlu untuk dipertimbangkan kembali. Infrastruktur yang belum merata dan kurangnya pengetahuan atau tenaga-tenaga ahli di beberapa sekolah membuat Ujian Nasional secara online tersebut menjadi kendala.

Ujian Nasional online ini di seluruh Indonesia jika tetap dilakukan pelaksanaannya maka beberapa sekolah akan mengalami kesulitan karena ketiadaan infrastruktur yang memadai seperti komputer, akses internet dan daya listrik. Contohnya di sekolah yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara saja yang berada di daerah terpencil, banyak sekolah-sekolah yang infrastrukturnya belum lengkap jika yang akan mengikuti Ujian Nasional sebanyak 200 siswa maka berapa jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan Ujian Nasional ini. Tentunya mereka akan membutuhkan komputer yang sangat banyak.

Cara satu-satunya jika Ujian Nasional tetap dilaksanakan adalah dengan menggunakan laptop pribadi. Cara tersebut dapat digunakan jika keadaan siswa tersebut mempunyai ekonomi yang lebih. Masalah baru adalah ketika siswa yang orang tuanya memiliki ekonomi yang rendah, maka mereka akan kesulitan karena harga laptop yang tidak murah.

Masalah yang ada di lapangan berikutnya yaitu kurangnya tenaga-tenaga ahli di beberapa sekolah. Pelaksanaan Ujian Nasional secara online akan membuat beberapa sekolah bingung. Misalnya, jika ada guru dan siswa yang kurang ahli dalam menggunakan komputer, yang akan terjadi yaitu mereka akan kesulitan dan tentunya ini juga akan menambah beban beberapa siswa. Konsentrasi siswa akan terganggu saat mengerjakan soal yang ada dan akibatnya mereka malah akan gagal dalam ujian nasional ini.

Jika Ujian Nasional (UN) secara online tetap akan dilaksanakan pemerintah harus menjamin ketersediaan infrastruktur yang mendukung dan juga jangan terlalu terburu-buru untuk melaksanakannya. Karena belum semua sekolah di Indonesia memiliki infastruktur yang lengkap. Pemerintah pun perlu melakukan sosialisasi langsung ke sekolah jauh-jauh hari sebelum ujian nasional dilaksanakan supaya tidak menimbulkan masalah yang telah disebutkan di atas.