Pedomanbengkulu.com, Seluma – Hearing dilakukan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan petinggi perusahaan pengolah kelapa sawit, PT. Bengkulu Sawit Lestari (PT.BSL) II. Hearing dilakukan terkait akan dimulainya operasional pabrik, dan rekrutmen karyawan yang sedang dilakukan.

Dewan meminta PT. BSL agar lebih mengutamakan tenaga kerja yang akan direkrut, berasal dari wilayah sekitar kecamatan Talo dan Kabupaten Seluma, dari pada merekrut karyawan dari daerah luar Seluma.

“Sesuai dengan aturan itu, 60 persen atau 70 persen paling tidak kan pribumi (karyawan), walaupun bukan tenagah ahli, paling tidak tenaga kasar (yang direkrut). Karena itu didaerah Talo ya paling tidak masyarakat merasakan kehadiran PT. BSL itu” jelas Wakil Ketua II DPRD Seluma, Ulil Umidi ditemui usai hearing (12/12/2019).

Selain itu PT. BSL yang berlamatkan di jalan lintas Bengkulu-Manna desa Air Teras kecamatan Talo tersebut, diminta dapat berperan dalam pembangunan di Seluma.

“BSL jangan hanya menumpang (di Seluma), tolong dihargai agar bisa bekerja sama dengan Seluma. Jangan CSR diberikan ke daerah lain. Kedepan bisa kerjasama, masih butuh support dari perusahaan supaya kabupaten Seluma bisa lebih baik lagi” jelas anggota DPRD fraksi Golkar, Yudi Harzan.

Sementara itu project manager PT. BSL Ilham Abdillah mengatakan, rekrutmen karyawan akan mempertimbangkan yang berasal dari Kabupaten Seluma dibanding daerah lain.

“Warga setempat untuk Kabupaten Seluma itu 60 persen, untuk tenaga ahlinya bisa dari Sulau atau dari luar daerah untuk membina” jelas Ilham.

Sementara itu operasional pabrik akan dimulai pada tahun 2020, dan sudah mengantongi izin.

“Untuk peralatan, saat ini pabrik dalam kondisi 70 persen, kita lakukan rekrutmen ini untuk persiapan nanti kalau sudah 100 persen kita tidak sibuk lagi” jelas Ilham. [IT2006]