PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Ratusan Anak Sekolah Minggu Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) Pasar De Curup mengikuti perayaan Natal, Sabtu (14/12/2019). Dalam perayaan Natal ini mengambil tema ‘Selamatkan Bumi Kita Bagi Kemuliaan Allah,’ dengan sub tema ‘Yesus Kristus Datang untuk Menyelamatkaan Orang Berdosa’.

Diungkapkan Ketua Panitia Perayaan Natal Anak Sekolah Minggu, Lasma Saragih, kegiatan Natal tersebut juga diikuti anak-anak Sekolah Minggu GKII Barumanis, Tempel, Karang Jaya, Pal 8 dan sekolah Minggu gereja lainnya.

“Kita mengambil tema terkait alam ini agar anak anak sekolah minggu mengerti tentang pentingnya alam bagi seluruh kehidupan dan harapan kita mereka bisa memulai dari dirinya mencintai alam,” kata Lasma.

Pendeta Inneke Ponidianto dalam kotbahnya menyampaikan bahwa alam diciptakan Allah sungguh amat baik, tetapi karena dosa manusia merusak alam, padahal akibat perbuatan manusia merusak alam yang kena akibatnya adalah manusia itu sendiri.

“Melalui Natal Sekolah Minggu, anak-anak diingatkan untuk ikut menjaga alam semesta yang diciptakan Tuhan. Contoh yang bisa dilakukan dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman dengan baik,” ujar Pendeta Inneke.

Anak-anak sekolah minggu GKII Curup ini dalam perayaan Natal tersebut menampilkan drama teatrikal Selamatkan Bumi Kita Bagi Kemuliaan Allah. Drama ini menceritakan awalnya di dalam kawasan hutan yang kondisinya masih asri, pohon tumbuh dengan subur dan hewan-hewan hidup memiliki makanan yang cukup, kondisi hutan menjadi rusak berawal dari adanya aktivitas manusia melakukan penebangan dan pembakaran, akibatnya hutan pun rusak dan mulai timbul bencana banjir dan longsor kejadian bencan ini juga menimpa manusia. Setelah timbulnya bencana, manusia baru sadar akan arti pentingnya alam untuk kehidupan dan dilakukanlah pelestarian lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon dan menjaga alam sehingga kembali asri.

Selain menampilkan drama, anak-anak sekolah minggu juga mengisi acara perayaan Natal dengan menampilkan berbagai tari-tarian dan lagu-lagu. [Julkifli Sembiring]