Pedomanbengkulu.com, Seluma – Pemerintah Kabupaten Seluma memastikan tidak akan melakukan pemungutan suara (Pencoblosan) ulang, pemilihan kepala desa (Pilkades) di Tumbuan kecamatan Lubuk Sandi. Pemkab Seluma tetap berpegangan dengan perda yang mengatur ketentuan pemenag pilkades bila perolehan suara draw.

Bila perolehan dua calon kepala desa seri atau draw, maka pemenang ditentukan berdasarkan suara terbanyak masing masing calon di dapil (dusun). Dengan begitu calon kepala desa terpilih tetap Marzuki.

“Nantikan hasil dari itu kita serahkan ke Bupati, kecuali ditemukan ada pelanggaran yang serius,” jelas Sekda Kabupaten Seluma Irihadi, Senin (9/12/2019).

Irihadi mengaku tidak mempermasalahkan pernyataan salah satu calon kades, yang menyebutkan warga desa tidak menerima hasil pemungutan suara.

“Peraturan perundang undang itulah yang berlakulah kita jadikan dasar hukumnya, kalau mau seratus persen setuju (hasil pemungutan suara) saya rasa tidak ada, soal menggugat itu hak masyarakat mau di PTUN kan,” jelas Irihadi, Senin (9/12/2109).

Adapun protes dilayangkan calon kades Tumbuan, karena Marzuki ditetapkan sebagai pemenang pilkades meski dari hasil pemungutan suara yang draw. Berdasarkan peraturan Bupati, Marzuki dinyatakan sebagai pemenang karena memiliki suara lebih banyak di dapil dusun domisilinya, yakni 385 suara di dusun III. Sedangkan Hadi Kisworo mendapat suara di dapil dusun domisilinya sebanyak 322 suara di dusun I. [IT2006]