Rahmad Wahyu Syahputra terbaring di rumah sakit. Foto: Facebook Ade Restu Nurani.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pasien atas nama Rahmad Wahyu Syahputra yang sedang dalam kondisi darurat belum ditangani pihak rumah sakit, karena faktor belum mempunyai BPJS Kesehatan. Hal ini diungkapkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bengkulu Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Bidang Kemanusiaan Ade Restu Nurani saat mendampingi sang bayi, Rabu (25/12/2019).

“Pasien belum bisa ditangani oleh pihak rumah sakit M Yunus karena pasien (bayi) belum mempunyai BPJS Kesehatan. BPJS hari Kamis mungkin baru bisa kita urus karena sekarang masih libur (cuti bersama),” ujar Ade.

Diketahui sebelumnya Rahmad Wahyu Syahputra, yang lahir hari Selasa 17 Desember 2019 menderita kelainan otak kecilnya keluar dikarenakan semasa di dalam kandungan terkena benturan keras.

Ade Restu Nurani menjelaskan, ibu dari bayi tersebut sangat butuh uluran tangan dari dermawan serta pemerintah.

“Saat ini kami sebagai relawan kemanusiaan hanya bisa membantu membelikan obat-obatan, makanan dan menemani selama proses di rumah sakit. Ibu Wijayanti orang tua bayi hanya seorang diri menemani anaknya terbaring di RS,” tambah Ade.

Ade Restu Nurani

Saat ini Tim Relawan dari JPKP sedang menelusuri ke Arga Makmur, karena surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diurus neneknya belum bisa dibuat oleh Kepala Desa dengan alasan nama bayi belum masuk ke daftar KK.

“Mudah-mudahan administrasi ini cepat selesai, karena kata ibu Wijayanti dokternya belum bisa bertindak kalau belum lengkap surat-menyurat. Bayi tersebut belum bisa dioperasi,” tutupnya. [Soprian]