Tiga dewan saat menggelar reses di Kantor Camat Selebar, pada Sabtu (7/12/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Mardensi, S.Ag., M.Pd, Fatmawati, S.Ag, dan Yani Setianingsih masing-masing dari daerah pemilihan (Dapil) 2 di Kecamatan Selebar dan Kecamatan Kampung Melayu, melakukan reses guna menyerap aspirasi masyarakat, di Kantor Camat Selebar, pada Sabtu (7/12/2019).

Tiga anggota Dewan ini perwakilan setiap partai.

Mardensi dari Partai Golkar, Fatmawati dari Partai Gerindra, dan Yani Setianingsih dari Partai Demokrat.

Reses ini dilakukan guna menampung serta menyerap aspirasi dari masyarakat Kota Bengkulu, terkhusus Dapil 2 Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu.

Salah satu warga, Faridah, menyampaikan pesan almarhum suaminya bahwa dunia pendidikan dari dulu hingga sekarang ini, tenaga pengajar banyak sekali yang buta akan teknologi.

“Bagaimana mau mengurus administrasi, mencerdaskan murid-murid di bidang komputer, sedangkan gurunya buta akan teknologi dan harapannya kepada anggota Dewan agar bisa memfasilitasi untuk dilakukan pelatih komputer,” ujar Faridah.

Mardensi saat memberikan keterangan kepada pers.

Setelah diwawancarai PedomanBengkulu.com, Mardensi, sebagai perwakilan dewan yang menggelar reses ini memberi keterangan bahwa di Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu, agak berbeda dengan kecamatan-kecamatan yang lainnya.

Di kecamatan lain keluhannya jalan drainase, lampu dan fasilitas umum lainnya.

“Kalau di Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu pendidikan sudah di keluhkan tetapi tidak terlalu urgent, karena tinggal lagi bagaimana teknis dalam proses belajar mengajar dan nantinya kita akan berkoordinasi ke dinas pendidikan kalau masih ada Guru yang masih buta akan komputer,” ujar Mardensi.

Para anggota dewan bersama staf kesekretariatan mencatat dan menjawab aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masyarakat juga mengeluhkan semerawutnya pedagang di Pasar Panorama.

“Semerawutnya pasar panorama nantinya kami bertiga akan berjuang membuat dan membahas Perda Pasar. Setelah Perda itu sudah rampung, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan,” tutupnya. [Soprian]