Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bengkulu miliki komoditas unggulan, salah satunya adalah kopi. Jenis kopi Robusta maupun Arabica, tumbuh subur. Hanya saja produktifitas hingga ‘branding’-nya, perlu ditingkatkan sehingga mampu memberikan dampak positif mensejahterakan untuk semua pelaku perkopian.

Meski beberapa bulan yang lalu tiga kopi Bengkulu meraih penghargaan internasional dalam Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) – Perancis, namun pemasaran kopi Bengkulu tidak sebaik kopi-kopi yang datang dari luar Bengkulu.

Anggota Komite II DPD RI Riri Damayanti John Latief mengatakan, kopi Bengkulu mempunyai potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan, cita rasanya selalu mendapat urutan sepuluh besar di Indonesia.

“Cita rasa kopi Bengkulu, selalu masuk sepuluh besar. Lahan kita luas dan subur, budidaya kopi juga sudah benar-benar menyatu melekat dengan masyarakat. Semua potensi ini harus benar-benar digalakkan terus menerus dan ini dapat membuahkan hasil yang kita inginkan. Nomor satupun dapat terwujudkan,” ungkap Riri Damayanti kepada media, Rabu (4/12/2019).

Kendati demikian, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI ini menyadari, masih ada problem yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Terutama rendahnya produktifitas per satuan lahan, bibit didominasi bibit kualitas rendah. Kemudian, sistem budidaya belum mengikuti manajemen usaha tani, serta pengolahan pasca panen yang terkesan masih asal jadi.

“Saya harap pemerintah segera menanggulangi permasalahan ini. Jika ini bakal menjadi produktifitas unggulan Bengkulu tentu hal tersebut tidak menjadi sulit untuk meningkatkan produktifitas persatuan lahan,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menyebutkan, tren konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat. Otomatis, permintaan atau kebutuhan kopi juga meningkat. Namun, lanjutnya, peningkatan permintaan kebutuhan kopi belum sebanding dengan peningkatan produksi kopi saat ini.

“Kalau ini tidak diwaspadai, bisa jadi sejarah Opec terulang. Dari eksportir menjadi importir. Dengan kondisi ini kita apresiasi stake holder kita tidak tinggal diam,” demikian Riri Damayanti.

Diketahui, tiga jenis kopi Bengkulu yang berhasil sabet penghargaan internasional tersebut, yakni Bencoolen Rejang Lebong, Bencoolen Kepahiang, dan Bermani Coffee Rejang Lebong. Penghargaan ini, diberikan langsung oleh Presiden AVPA Philippe Juglar, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong, Tanggerang. [Medi Muamar]