PedomanBengkulu.com, Seluma – Warga dari dua desa yakni Bandung Agung dan Maras Jauh kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma, melaporkan adanya dugaan politik uang (money politic) saat pelaksaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dilaksanakan (7/11/2019) lalu. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh warga yang mendatangi kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma pada Jumat siang (6/12/2019).

Laporan warga dibenarkan oleh asisten I Setdakab Seluma, Mirin Ajib yang menerima kedatangan warga. Selain politik uang yang diduga dilakukan calon kepala desa, ada juga laporan dugaan anak di bawah umur yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Kedatangan mereka terkait adanya money politic dan yang mencoblos di bawah umur, tetapi itu bukan termasuk keberatan atas hasil Pilkada, melainkan hanya laporan biasa,” jelas Mirin Ajib.

Mirin menyatakan laporan tersebut tidak bisa diproses, ia mempersilakan warga untuk melakukan gugatan ke PTUN bila tidak setuju hasil Pilkades.

“Kami persilakan masyarakat untuk langsung menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara” jelas Mirin.

Terpisah, kabag hukum Setdakab Seluma, Nurpadlia menyatakan, penetapan DPT sudah dilakukan dan diproses selama 45 hari, sehingga tidak ada kemungkinan anak di bawahah umur dapat masuk DPT.

“Laporan masih akan kami rapatkan, hasilnya akan kami sampaikan langsung ke pemerintah kecamatan dan desa” jelas Nurpadlia. [IT2006]