Ketua KPU Rejang Lebong, Restu Wibowo.

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sebanyak 474 pelamar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah mendaftar ke KPU Rejang Lebong, diantaranya 23 pelamar tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya yakni tes tertulis karena dinyatakan tidak lulus seleksi adminitrasi. Dari 23 yang tidak lulus tersebut karena terlibat partai politik sebanyak 16 pelamar, sebanyak 4 orang telah menjadi anggota PPK dua kali berturut-turut dan 3 pelamar berkasnya tidak lengkap. Hal ini disampaikan ketua KPU Rejang Lebong Restu Wibowo, Selasa (28/1/2020).

“Untuk peserta yang tidak lulus, kalau tidak puas kita di KPU terbuka, nah untuk 16 pelamar terlibat dalam keanggotaan partai politik kita miliki datanya serta KTA dan bisa dilihat di Sitem Infomasi Politik (Sipol),” kata Restu.

Berdasarkan hasil akhir seleksi berkas kemarin, pendidikan terakhir para pelamar sebagian besar adalah tingkat SLTA sederajat yakni sebanyak 214 orang, disusul tamatan S1 sebanyak 209 orang dan sisanya lulusan D1, D2 dan D3.

Sedangkan pekerjaan para pelamar PPK itu sendiri didominasi oleh pekerja swasta sebanyak 338 orang, sisanya merupakan bekerja sebagai honorer, petani hingga pelajar atau mahasiswa.

Bahkan dalam proses perekrutan PPK kali ini diikuti oleh guru atau dosen sebanyak 8 orang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 8 orang.

Suasana pendaftaran PPK di KPU Rejang Lebong.

“Berkaitan dengan PNS, KPU kan tidak mengatur itu, PNS tidak dilarang untuk menjadi PPK, namun intinya PNS itu harus mendapat surat izin dari atasannya, termasuk bagi pelamar yang memiliki ikatan kerja atau dinas di lembaga lain seperti honorer,” imbuhnya.

Restu menjelaskan, surat izin sebagai anggota PPK bagi ASN maupun calon yang memiliki ikatan kerja di lembaga lainnya itu wajib diserahkan kepada KPU saat jika sudah resmi ditetakan atau terpilih sebagai PPK.

“Surat izin itu penting diserahkan agar dalam menjalankan tugas sebagai PPK nantinya tidak terjadi masalah, karena PPK sendiri dituntut untuk fokus mendjalankan tugasnya dengan baik,” tutup Restu. [Julkifli Sembiring]