PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Peningkatan penjualan kendaraan bermotor cukup pesat sejalan dengan berkembangnya kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia.

Potensi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di jalan pun mengikuti. Terkhusus Kota Bengkulu angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu 2019 meningkat dengan angka mencapai 155 kejadian dibandingkan tahun 2018 lalu dengan angka 122 kejadian kecelakaan.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, di Mapolres Bengkulu, Selasa (31/12/2019) mengatakan, menyikapi meningkatnya angka kecelakaan di tahun 2019 Polres Bengkulu kedepan tahun 2020 akan lebih memaksimalkan sosialisasi seperti imbauan-imbauan kepada masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Kita berharap kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan mentaati peraturan lalu lintas,” kata Pahala Simanjuntak.

Berikut faktor- faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas:

1. Faktor Manusia

Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kejadian kecelakaan diawali dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Pelanggaran rambu-rambu lalu lintas ini bisa terjadi karena sengaja melanggar peraturan, ketidaktahuan atau tidak adanya kesadaran terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan dalam berkendara.

Lebih parahnya lagi, jika para pengendara pura-pura tidak tahu tentang peraturan berkendara dan berlalu lintas. Selain itu, manusia sebagai pengguna jalan raya sering lalai dalam memperhatikan keselamatan dirinya dan orang lain dalam berkendara. Bahkan, tak jarang ditemukan pengendara yang sengaja ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraan.

Tidak sedikit jumlah kecelakaan  yang terjadi di jalan raya diakibatkan kondisi pengendara dalam keadaan mengantuk bahkan mabuk sehingga mudah terpancing oleh ulah pengguna jalan lainnya. Hal-hal konyol seperti sebenarnya sangat bisa diantisipasi.

Seperti mengantuk, membiarkan diri atau lebih tepatnya memaksakan diri untuk tetap melajukan kendaraan saat mata benar-benar “berat” adalah “jalan” termudah untuk merasakan bagaimana “nikmatnya” kecelakaan. Penanggulangan faktor mengantuk ini sangat mudah, menepilah, lalu tidur, sekalipun dikejar tenggat waktu, karena terlambat akan jauh lebih baik daripada mati konyol.

2. Faktor Kendaraan

Kecelakaan lalu lintas pun tak lepas dari faktor kendaraan. Faktor kendaraan yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan antara lain pecah ban, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya (rem blong), peralatan yang sudah aus tidak diganti, dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan yang berimplikasi terhadap kecelakaan sangat berhubungan dengan teknologi yang digunakan dan perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan.

Untuk mengurangi kecelakaan yang diakibatkan faktor kendaraan, kendaraan membutuhkan perawatan dan perbaikan secara berkala. Di samping itu, pemiliki kendaraan harus melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler. Lagi-lagi manusia ada di belakang ini semua. Seandainya, mau lebih teliti, menyempatkan waktu untuk memeriksa semua perlengkapan kendaraan sebelum berpergian, kecelakaan lalu lintas akibat faktor yang satu ini sangat mungkin diminimalisir. Biaya yang mahal untuk memeriksakan kelayakan kendaraan Anda ke bengkel jauh lebih murah dibandingkan nyawa.

Ketika musik mudik tiba, banyak pemudik yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadinya seperti motor. Hal ini mereka lakukan tentu saja untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya. 

3. Faktor Jalan

Kecelakaan lalu lintas pun bisa dipengaruhi oleh faktor jalan. Faktor jalan sebagai sarana berlalu lintas terkait dengan kondisi permukaan jalan, pagar pengaman di daerah pegunungan, pagar pembatas di jalan raya, jarak pandang, dan pencahayaan ruas jalan. Jalan yang rusak atau bahkan berlubang sangat membahayakan para pemakai jalan, khususnya pemakai kendaraan roda dua alias sepeda motor.

Faktor ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Dinas Jasa Marga. Jika tidak, ada baiknya kita yang mengalah. Meningkatkan kewaspadaan selama mengendaraai kendaraan adalah hal yang bisa dilakukan.

4. Cuaca

Faktor cuaca hujan pun bisa mempengaruhi kinerja kendaraan, misalnya jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, dan jarak pandang berkurang. Itu semua menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang selanjutnya.

Asap dan kabut pun dapat mengganggu jarak pandang, khususnya di daerah pegunungan. Jika sudah demikian, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali kembali meningkatkan kewaspadaan. Nyalakan lampu dan perlahan laju kendaraan adalah dua hal yang bisa diandalkan.

Oleh karena itu, dari keempat faktor penyebab terjadi kecelakaan yang terjadi semuanya tergantung pada kesigapan dari manusianya. Jika ia berusaha untuk lebih hati-hati dan selalu mengontrol kenderaanya, kecelakaan akan sangat kecil terjadi. Jika pun terjadi kecelakaan, tentunya bukan berasal dari dirinya, tapi dari orang lain.

Selain itu, pentingnya ada kerjasama pengemudi, pemerintah dan kepolisian dalam hal menanggulangi kecelakaan lalu lintas. Pengemudi waspada dalam mengemudikan kenderaannya, pemerintah mau memperbaiki jalan-jalan yang rusak atau kurang layak untuk dilalui kenderaan dan kepolisian untuk selalu siaga di area yang sering terjadi kecelakaan.

Tanpa adanya kerjasama yang nyata, maka kecelakaan yang terjadi sangat sulit diminimalisir. Menghilangkan kecelakaan secara total tentulah mustahil, yang bisa hanyalah meminimalisir terjadinya kecelakaan. Tak ada jalan yang tepat dilakukan kecuali pengemudi mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas. Jika sayang dengan nyawa dan keluarga, waspadalah dalam mengemudi. Jauhi keinginan untuk kebut-kebutan. [Anto]