Ilustrasi.

Pernah mengalami begadang karena bayi bunda tiba – tiba terbangun di malam hari dan menangis kencang hingga waktu yang lama? Jika pernah kemungkinan besar bayi bunda mengalami yang namanya Arsenic Hour.

Hal ini juga pernah terjadi pada anak kedua saya, saat waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 wib mulailah si bayi terbangun dan menangis sejadi-jadinya. Sebenarnya apa itu Arsenic Hour dan bagaimana menghadapinya?

Arsenic Hour atau juga dikenal dengan Witching Hour merupakan kondisi di mana bayi tiba – tiba terbangun di malam hari dan menangis dalam waktu yang lama, rata – rata 30 menit sampai 1 jam bahkan ada yang sampai berjam – jam.

Hal ini terjadi pada bayi mulai dari usia 2 minggu hingga delapan minggu bahkan dapat terjadi lebih lama. Bayi terbangun di malam hari sebenarnya adalah hal yang biasa, bisa karena lapar, popoknya basah, ada serangga, atau bayi mengalami sakit di bagian tertentu dari tubuhnya.

Tapi bayi yang mengalami Arsenic Hour tangisnya tidak berhenti walau sudah diberi ASI/susu, sudah diganti popok, atau tidak ada bagian tubuh yang sakit. Tiap bayi mempunyai jam Arsenic Hournya sendiri dan biasanya itu terjadi pada jam- jam istirahat.

Menangis merupakan cara bayi dalam berkomunikasi, karena ibu tidak mengerti arti tangisan bayi maka bagi beberapa ibu bayi yang menagis tanpa henti dapat membuat stress, merasa bersalah, dan tidak berguna. Tenang bunda, anda tidak sendirian. Saat bunda bangun di malam hari karena bayi anda, ada ribuan bahkan jutaan ibu lain di dunia ini yang mengalami hal yang sama.

Banyak yang menghubungkan hal mistis berkaitan dengan bayi yang sering menangis di malam hari. Tetapi itu biasanya akan membuat ibu semakin stress. Ada beberapa hal penyabab Arsenic Hour ini.

Pertama karena adanya overstimulasi. Bayi yang baru mengenal dunia dan suasana di luar rahim masih dalam tahap menyesuaikan diri, bagi bayi yang sensitif hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dan kelelahan. Overstimulasi dapat berupa rangsangan yang berlebihan dalam sentuhan, pijatan, cahaya, atapun suara – suara yang diterima bayi.

Kedua, aliran ASI yang lambat. Dalam situs San Diego Breasfeeding Center dikatakan bahwa aliran susu yang lambat mengakibatkan frustasi bagi bayi dan membuat bayi ingin sering menyusu Ketiga, Kolik. Bayi yang mengalami kolik sulit untuk dikenali tanda – tandanya, tetapi biasanya bayi yang mengalami kolik akan mengepalkan tangannya, mencondongkan punggungnya, dan wajahnya memerah. Jika hal ini terus berlanjut maka sebaiknya hubungi dokter.

Alih – alih panik, mari kita siasati kondisi ini bunda. Berfikirlah bahwa Arsenic Hour merupakan hal yang sangat normal dan akan terjadi hanya sampai beberapa bulan saja.

Siasat pertama, hafalkan jadwal Arsenic Hour bayi anda. Dengan menghafal jadwalnya maka bunda akan lebih siap menghadapi tangisan bayi.

Kedua tetap susui bayi walau aliran ASI lambat. Aliran ASI lambat yang diakibatkan hormon bukan berarti ASI anda kurang dan bunda akan langsung berfikir untuk memberi bayi anda sufor, jangan ya bun. Tetap berikan ASI bagaimanapun caranya.

Ketiga berikan pelukan. Kontak fisik dan skin to skin dapat menenangkan bayi. Sambil ditimang tatap matanya dan ajaklah bicara. Ini akan membuat bonding meningkat dan menimbulkan rasa bahagia. Rasa bahagia akan menstimulasi hormon prolaktin untuk menghasilkan ASI yang banyak.

Keempat tingkatkan asupan gizi dan cairan anda. Begadang, menyusui, dan menggendong bayi merukapan kegiatan yang sangat melelahkan, maka dari itu gizi seimbang dapat menjaga kondisi bunda tetap sehat.

Terakhir adalah Shift Duties. Dukungan dari orang – orang terdekat terutama suami sangat diperlukan dalam dalam bergantian menenangkan bayi. Jangan sampai kondisi stress bunda makin menjadi karena rendahnya dukungan dari keluarga terutama sang ayah bayi. Ingatlah bunda, kondisi ini tidak akan lama. Ini akan menjadi kenangan terindah yang tak terlupakan saat anak sudah dewasa kelak. Jadi, nikmati tiap prosesnya ya bunda.