Para pemuda saat beramai-ramai menghafal 40 hadist di Masjid Hamamatsu, Jepang, belum lama ini.

PedomanBengkulu.com, Jepang – Sekumpulan anak muda Jepang beramai-ramai menghafal hadist di Masjid Hamamatsu.

Dengan kompak, puluhan anak muda tersebut menyebutkan satu persatu hadist Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana yang diharapkan oleh warga Kota Bengkulu.

“Kami menghafal hadist untuk niat agar bisa berdakwah dan menjadi asbab hidayah bagi orang-orang Jepang,” kata H Zulkifli Matondang, inisiator hafal hadist bagi pra pemuda Jepang di Hamamatsu, Minggu (19/1/2020).

Ia berharap doa dari seluruh jamaah agar mereka dapat menghafalkan hadist ini dengan istikamah sehingga Islam dapat tersebar di negeri matahari terbit ini.

“Tujuan kami ramai-ramai menghafal hadist ini agar setiap orang Jepang punya kalimat laa ilaha illallah,” tegasnya.

Senada dilakukan Eza Wiratama,  salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jerman.

Dalam sebuah video, Eza memberikan dukungan dijadikannya Bengkulu sebagai Kota Hadist.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jerman, Eza Wiratama melafalkan hadist dengan lancar saat berada di Prancis.

Ia bahkan membuat rekaman video khusus dimana ia melafalkan hadist-hadist yang ia hafal ketika ia tengah berlibur ke Prancis.

Bengkulu Kota Hadist dideklarasikan di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu pada 31 Desember 2019 atau tepat sebelum pergantian tahun.

Dengan adanya deklarasi tersebut, Bengkulu menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menggunakan kata hadist sebagai sebutan khas bagi daerahnya.

Walikota Bengkulu H Helmi Hasan yang menggagas ide ini berharap dengan dijadikannya Bengkulu sebagai Kota Hadist, setiap warganya bisa hafal 40 hadist dan dengannya dapat masuk surga dari pintu mana saja yang disukai.

Hadist-hadist yang dihafal dan disusun merupakan hadist-hadist pilihan dari para perawi dengan sanad yang kuat.

Walikota Bengkulu sendiri setiap pekan turun langsung untuk melatih dan menguji warga Bengkulu yang ingin menghafal 40 hadist dengan baik dan benar di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas. Kegiatan ini diikuti oleh warga dari lintas profesi dan segala usia.

Walikota yang khas dengan atribut sunah dibadannya itu pernah menekankan, selain menghafal, yang tak kalah penting adalah mengamalkan hadist-hadist tersebut dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Sebab, ia meyakini jika seseorang menjadikan hadits sebagai pedoman dalam menjalani hidup, maka orang tersebut jika ia jadi pemimpin akan selamat, jadi pengusaha akan selamat, jadi pegawai akan selamat bahkan jadi apapun akan selamat, baik di dunia maupun di akhirat. [Rudi Nurdiansyah]