Pembahasan tindak lanjut adanya penemuan kematian penyu yang dianggap sebagai biota laut yang dilindungi di Ruang Rapat BKSDA Bengkulu, Jalan Mahoni No 55 Kota Bengkulu, Senin (13/1/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengadakan acara pembahasan tindak lanjut adanya penemuan kematian penyu yang dianggap sebagai biota laut yang dilindungi.

Hal ini selaras dengan temuan Yayasan Kanopi Bengkulu telah mencatat sebanyak 27 ekor penyu telah mati di perairan Pantai Panjang.

Lihat juga :Empat Bangkai Penyu Diserahkan ke Gubernur, Lakukan Penelitian, Tim Dokter Hewan Ambil Sampel Penyu, dan Penyu Mati di Pantai, DLHK Sebut Limbah Air PLTU Aman

Kepala Kantor BKSDA Bengkulu Donald Hutasoit mengatakan bahwa pertemuan yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan membahas penyebab kematian penyu dan akan melakukan pembentukan tim investigasi.

“Kita tekankan bahwa pertemuan ini akan membahas mengenai kematian penyu dan akan membentuk tim investigasi,” tegas Donald, Senin (13/1/2020).

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sorjum Ahyan, apabila nanti hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bahan kimia, maka akan segera ditindaklanjuti dengan membentuk tim Investigasi yang akan mencari fakta sebenarnya.

“Setelah kita mendapatkan hasil uji lab, jika ada unsur kimia yang mengakibatkan kematian itu, maka kita akan segera bertindak dan segera membentuk tim untuk menelusuri fakta-fakta yang ada,” sampai Sorjum.

Sementara itu, Dokter Hewan Erny Suyanti mengatakan, sampel berupa hati dan pencernaan yang sudah kita kirim ke lab bogor, hingga saat ini hasilnya belum bisa diketahui.

“Kita tidak bisa memaksakan pihak lab untuk mempercepat proses penelitiannya, hingga saat ini prosesnya baru melewati tahap pembayaran, biasanya jika sudah dibayarkan maka hasilnya bisa lebih cepat kita Terima,” singkat Dokter Erny.

Diketahui pengambilan sampel dilakukan pada Rabu (04/12/2019) sore dan dari pemeriksaan sementara yang dilakukan Dokter Erny, secara fisik ke 4 ekor Penyu tidak ditemukan bagian-bagian luar seperti luka, begitu juga di bagian organ dalamnya tidak ditemukan sampah plastik yang menggangu pencernaannya. [Mario]