Ketua DPRD Rejang Lebong Mahdi Husen

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – DPRD Rejang Lebong dalam waktu dekat bakal melakukan evaluasi terhadap proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama tahun 2019 dengan melakukan inspeksi mendadak atau sidak.

Ketua DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husen menyampaikan, dalam sidak nantinya pihaknya akan melihat mana-mana saja proyek pembangunan yang tidak rampung dikerjakan, hasilnya nanti akan mereka bawa ke tingkat komisi untuk menentukan sikap.

“Sampai sekarang kita belum ada laporan dari pemda kekita terkait pengerjaan proyek fisik ditahun 2019 apakah ada proyek mangkrak tidak selesai. Untuk menyikapi hal ini kita akan menggelar rapat pimpinan, kemudian rapat dengan teman-teman ketua komisi bagaiman kita menyikapi ini, mungkin dalam waktu dekat akan kita sidak,” ujar Mahdi, Kamis (9/1/2020).

Ditakbahkan Mahdi, pihaknya sudah mendapatkan beberapa laporan dari masyarakat terkait adanya sejumlah proyek pembangunan yang gagal dilaksanakan karena gagal dalam proses lelang, tidak selesai dikerjakan.

“Kita menyayangkan ada proyek yang tidak dikerjakan atau gagal lelang, padahal proses penganggaran sudah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan. Kita juga meneriam laporan dari masyarakat ada proyek pembangunan yang belum selesai, salah satunya proyek pembangunan Musolah Al-Iklas di Desa Sambirejo. Seperti pembangunan Musolah ditempat saya di Sambirejo, kami yang menganggarkan, mohon maaf tanah tempat kita, dikerjakan pihak ketiga, kalau selesai seperti itu bisa dikerjakan masyarakat, makanya kedepan tempat ibadah kita tidak mau dikerjakan asal-asalan,” bebernya.

Disisi lain dia menambahkan, pada pergantian pejabat dilingkungan Pemkab Rejang Lebong sebelumnya, pihaknya berharap pejabat yang ditempatkan dalam suatu jabatan benar-benar pejabat yang berkompeten, yang bisa mendukung program pemerintah.

“Makanya kita berharap kemarin ada pergantian, mutasi ya orang-orang yang tidak berkompeten tapi tampaknya masih ada pejabat yang tidak memiliki komitmen yang dipertahankan,” pungkas Politisi Partai Golkar tersebut. [Julkifli Sembiring]