Para pekerja dari PT BCC Teluk Sepang saat menduduki Kantor Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Senin (06/01/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menuntut upah dari PT Bencoolen Coal Carbon (BCC) yang tak kunjung dibayar, Gedung Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, kembali diserbu puluhan pekerja dari PT BCC Teluk Sepang, Senin (06/01/2020).

Setelah dilakukan mediasi antara penuntut dan pihak Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Ibrahim menyampaikan bahwa PT BCC saat ini belum memiliki dana untuk membayar semua upah para pekerja tersebut.

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari perusahaan, hasilnya bahwa perusahaan saat ini belum ada dana untuk membayar semua upah pekerja dan hanya bisa membayar sedikit,” kata Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menyebutkan PT BCC sudah berjanji akan mentransfer uang sejumlah Rp 20 juta dari bulatan Rp 136 juta pada pukul 14.00 WIB. Namun hingga kini uang tersebut belum juga dibayarkan.

Novita, salah satu pekerja mengatakan, ia dan puluhan pekerja lainnya merasa sangat kecewa dengan sistem yang diterapkan PT BCC. Apalagi selama ini pekerjaan yang mereka lakukan merupakan pekerjaan yang kasar.

“Kita di sana mengerjakan pekerjaan laki-laki, upah kita Rp 75 ribu per hari. Yang laki-laki juga begitu. Janjinya kalau batu baranya sudah laku gaji kita bakal dikasih, tapi saya lihat batu bara sudah mau habis upah kita tidak diberi. Dulu pernah kami mogok kerja karena upah belum dibayar, tapi diancam,” tutur Novita.

Sebelumnya, sejak tanggal 14 November 2019, para pekerja sudah memasukkan surat keberatan ke Disnakertrans. Ketentuan bersama, gaji tersebut harusnya sudah dilunasi sebelum tanggal 05 Januari 2020, sesuai kesepakatan pada tanggal 22 November 2019 lalu.

“22 November 2019 kemaren ada perjanjian bersama antara PT BCC dengan pekerja. Dalam perjanjian itu point 3 pihak pengusaha akan membayar sisa upah kepada pihak ke pekerja selambat-lambatnya 45 hari sejak perjanjian bersama ini ditandatangani, Sedang total yang harus di bayarkan seluruhnya Rp 135.815.000,” papar Olan. [Mario]