PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, Selasa (7/01/2020) melantik dr Samiri menjadi Direktur RSUD Curup menggantikan pejabat lama Drg. Asep Setia Budiman. Sedangkan posisi Drg Asep paska pelantikan tersebut dikembalikan menjadi dokter gigi di RSUD Curup, sementara dr Samiri sendiri merupakan dokter profesional dan bukan merupakan Aparatur Sipil Negara.

“Untuk menjadi direktur di RSUD apalagi statusnya sudah merupakan BLUD, tidak harus dari kalangan ASN, nah saya rasa baru RSUD Curup ini lah yang seperti ini di Provinsi Bengkulu,” ujar Hijazi.

Dikatakan Hijazi, ia memilih kalangan profesional sebagai Direktur RSUD Curup agar Direktur fokus dengan tugasnya menjalankan manajemen rumah sakit.

“Kalau Direktur masih dibebankan juga untuk menangani pasien saya lihat ada kalanya tidak bisa fokus menjalankan fungsinya. Contohnya dalam waktu bersamaan direktur harus menjalankan tugasnya sebagai dokter dan memimpin rapat, tentunya ini akan menimbulkan kesulitan. Makanya kali ini kita coba isi dengan orang profesional,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan, tugas Direktur RSUD pasca dilantik tersebut harus memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien dan ia juga meminta agar direktur yang baru agar segera memindahkan seluruh pelayanan RSUD ke gedung baru di Dua Jalur.

“Pelayanan harus diutamakan, saya akan rutin dua minggu sekali melakukan pengecekan, selama ini pelayanan sering dikeluhkan masyarakat, saya minta ini tidak terjadi lagi. Segera lakukan proses pemindahan pelayanan RSUD ke gedung baru di 2 Jalur, paling lambat dilakukan pada bulan Februari,” kata Hijazi.

Hijazi menyebutkan bangunan RSUD di 2 Jalur sudah siap untuk ditempati, segala proses perizinan sudah dipenuhi sehingga ia menilai tidak ada alasan untuk menunda pemanfaatan gedung yang telah dibangunan tersebut.

“Saya kira tidak ada kendala lagi untuk pemindahan RSUD ini, bangunan untuk rawat inap sudah ada, peralatan kesehatan juga sudah ada, kalau perizinan seluruhnya sudah kita penuhi. Dan tahun ini juga kita tambah ruangan rawat inap dari 1 lantai menjadi 4 lantai dan ini tidak menggangu pelayanan,” pungkas Hijazi. [Julkifli Sembiring]