Walikota Bengkulu H Helmi Hasan (menggunakan syal, red) membasuh tangan anak yatim dan makan satu nampan bersama mereka dalam kegiatan Jumat barokah di Masjid AgungAt-Taqwa Kota Bengkulu, beberapa waktu yang lalu.

Gagasan Walikota Helmi Hasan mengenai Gerakan Peduli Yatim (GPY) yang diadopsi menjadi program Pemerintah Kota Bengkulu menjelma menjadi sebuah program yang mengindonesia.

Setelah diterapkan di Kota Bengkulu, program ini menular ke Kota Tanjungbalai dan dideklarasikan pada Rabu (22/1/2020) oleh Walikota Muhammad Syahrial.

Hari ini, Kamis (23/1/2020), Pemerintah Kota Bekasi juga tertarik untuk menerapkan program yang sama setelah banyak pemerintah daerah lainnya menyatakan kekaguman yang sama atas program ini.

Menariknya, program ini tidak mengandalkan dana APBD. Dananya bersumber dari uang pribadi Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah hingga seluruh pejabat Eselon IV yang dilantik sebagai orangtua asuh masing-masing anak yatim hingga tidak ada lagi anak yatim di Kota Bengkulu yang tidak memiliki orangtua asuh.

Program ini semakin menarik karena Pemerintah Kota Bengkulu bekerjasama dengan Pedoman Bengkulu telah memutuskan akan memulai rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Bengkulu ke-301 pada 23 Februari 2020 dengan mengundang seluruh anak yatim di Kota Hadist ini.

Hal ini ditegaskan sendiri oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang mengatakan akan ada 2000 lebih anak yatim dalam perayaan HUT Kota Bengkulu yang ke 301 tersebut melalui kegiatan jalan santai berhadiah umroh, sepeda motor dan lain sebagainya.

Bagi orang yang memahami betapa Allah subhanahu wa ta’ala begitu menekankan pentingnya mengayomi anak yatim ini, tentu mereka akan takjub dibuatnya.

Dalam Al-Qur’an, Allah memfirmankan 23 kali kata yatim, sebanyak 8 dalam bentuk tunggal, 14 dalam bentuk jamak dan 1 dalam bentuk mutsanna. Hal ini menunjukkan betapa setiap orang harus mengasihi mereka, memelihara dan memberikan perhatian.

M. Khallurrahman Al Mahfani dalam bukunya ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ menyebutkan bahwa setiap orang yang memelihara anak yatim niscaya akan masuk surga sebagaimana hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d.

“Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.

Selanjutnya juga dijelaskan bahwa setiap pengasuh anak yatim akan mendapatkan predikat orang saleh, mendapatkan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala, menghindarkannya dari siksa, investasi amal, menggapai keberuntungan, menjadi yang terbaik, dan masih banyak keutamaan lainnya.

Pada akhirnya, karena Gerakan Peduli Yatim ini digiatkan oleh para pemimpin, tentu kita berharap program ini dapat mengundang rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala untuk Bengkulu khususnya, Indonesia pada umumnya, yang akhir-akhir ini semakin banyak tertimpa bencana demi bencana.

Di sisi lain, kita pantas berharap agar program ini bukan hanya diadopsi oleh Kota Bengkulu, namun juga diterapkan oleh seluruh kabupaten se-Provinsi Bengkulu dan Indonesia untuk mengundang rida Allah subhanahu wa ta’ala agar negeri kita mendapatkan keberkahan sehingga musim kemarau tidak mengundang kekeringan dan kebakaran, serta musim hujan tidak mengundang banjir dan longsor dimana-mana.

Tahun 2020 baru saja berjalan dan tidak ada kata terlambat. Ketika semakin banyak kehendak Allah subhanahu wa ta’ala yang dijalankan di muka bumi, niscaya Sang Pemilik Alam Semesta ini akan menurunkan keberkahannya dari langit dan mengeluarkannya dari perut bumi.