Tampak kursi Anggota DPRD Lebong kosong, karena 21 Anggota DPRD Lebong izin dan rapat paripurna terpaksa dibatalkan.

PedomanBengkulu.com, Lebong – Selasa (14/1/2020), sejatinya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong mempunyai agenda rapat paripurna pandangan umum fraksi DPRD dan mendengarkan jawaban pihak eksekutif atas pandangan umum, terhadap nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Lebong tahun 2020 yang diajukan eksekutif pada Senin (13/1/2020) lalu.

Namun ada pemandangan menarik diruang rapat paripurna anggota dewan terhormat Kabupaten Lebong tersebut, jumlah kursi kosong jauh lebih banyak dari jumlah anggota yang hadir. Dikarenakan hanya dihadiri empat anggota DPRD Lebong meliputi Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen dan tiga anggota DPRD Lebong lainnya meliputi Pip Haryono, Rama Chandra dan Desi Fitriawanti.

Berdasarkan pantauan PedomanBengkulu.com, dalam absensi kehadiran DPRD Lebong sebanyak 20 anggota DPRD Lebong tidak hadir dengan keterangan izin, dan 1 orang keterangan sakit. Dengan demikian agenda Paripurna DPRD Lebong tersebut terpaksa ditunda.

“Sesuai dengan peraturan DPRD Kabupaten Lebong nomor 1 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD Kabupaten Lebong pasal 143 ayat 1 huruf c, maka rapat paripurna hari ini dinyatakan tidak qourum, untuk itu paripurna pandangan umum fraksi DPRD terhadap nota pengantar Raperda Kabupaten Lebong tahun 2020 akan ditunda samapai pemberitahuan lebih lanjut,” sampai Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen saat memimpin rapat sekaligus menutup paripurna tersebut.

Sementara itu, Anggota DPRD Lebong Rama Chandra ketika diminta konfirmasi terkait ketidakhadiran Anggota DPRD Lebong secara serentak tersebut. Rama tidak begitu mau menanggapi, menurutnya ketidakhadiran Anggota DPRD Lebong tersebut sesuai dengan laporannya sudah izin dan kemungkinan ada kegiatan yang lebih penting diluar.

“Sesuai apa yang dibacakan Ketua DPRD Lebong dalam paripurna tadi, 21 orang yang tidak hadir sudah ada izinnya, mungkin mereka ada agenda lebih penting,” sampainya.

Namun ketika ditanyakan terkait ketidakhadiran Anggota DPRD Lebong secara serentak, dapat mengganggu jadwal dan agenda kerja DPRD Lebong selanjutnya. Rama Chandra tidak mau mengkomentari lebih jauh terkait pertanyaan tersebut.

“Memang benar (mengganggu agenda,red) tapi saya tidak bisa komentar soal itu,” singkatnya.

Menariknya setelah rapat paripurna DPRD Lebong batal digelar, sejumlah hingga berita ini diterbitkan beberapa anggota dewan yang tidak hadir tersebut mulai berdatangan. Berdasarkan informasi dari pihak Sekretariat DPRD Lebong, kedatangan anggota dewan tersebut untuk mengikuti rapat internal DPRD Lebong.[Supriyadi]