Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah saat memberikan saran dan masukan dalam pelaksanaan Ujian Desertasi Terbuka Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIB atas nama Fatkhul Zuhdi, Jumat (17/1/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Peningkatan kapasitas kelembagaan terus dilakukan, tidak hanya pada Instansi Pemerintah saja, Instansi Pendidikan juga tak luput dari perhatian Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA.

Untuk menunjang hal tersebut, menurut lulusan terbaik UGM ini, adalah perlunya akademisi – akademisi serta praktisi yang memiliki kecakapan di bidangnya.

Hal ini disampaikan Gubernur Rohidin saat hadir sebagai Penguji Eksternal pada pelaksanaan Ujian Desertasi Terbuka Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIB atas nama Fatkhul Zuhdi, Jumat (17/1/2020).

Ia mengungkapkan bahwa secara umum Indonesia masih kekurangan lulusan Doktor yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang tentu saja dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Program Doktor itu memang penting karena kita masih sangat minim sekali dibandingkan rasio jumlah penduduk, jumlah Doktor di Indonesia dibandingkan negara – negara lain, maka ketika ada mahasiswa program Doktor ingin menyelesaikan study saya sangat mengapresiasi maka saya datang untuk menguji,” ungkap Gubernur Rohidin.

Mengambil judul Disertasi Model Kepemimpinan Militer pada Komando Kewilayahan Daerah, menurut Gubernur Rohidin judul tersebut menarik untuk diangkat dimana kepemimpinan militer memiliki gaya dan karakteristik tersendiri.

“Ini judul yang sangat menarik apalagi di era sekarang ini kunci sukses itu apalagi di institusi sebuah organisasi itu ditentukan gaya kepemimpinan, nah gaya kepemimpinan itu sangat ditentukan oleh karakter dari leadernya itu maka ini teori kepemimpinan militer yang mungkin memang punya karakteristik sendiri,” jelas lulusan terbaik UGM dan IPB ini.

Kepemimpinan yang terarah dan terencana sesuai model kepemimpinan militer mungkin saja dapat diaplikasikan di dalam organisasi – organsiasi sipil.

“Model kepemimpinan militer yang disajikan itu menurut saya ini mungkin nggak di dapat oleh bentuk – bentuk kepemimpinan sipil dan pimpinan organisasi lain, sehingga bisa lebih terarah bisa lebih terencana bisa lebih pasti sebagaimana teman – teman militer,” jelas Gubernur Rohidin. [Mario/Rilis]