Para jukir saat menggelar demonstrasi di kantor Walikota Bengkulu, Senin (20/1/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Kota – Ratusan juru Parkir yang tergabung di Himpunan Parkir Kota Bengkulu (HPKB) Senin (20/1/2020) kembali mendatangi kantor Walikota Bengkulu.

Ratusan juru parkir (Jukir) menuntut pemerintah atas kebijakan dipihak ketigakannya dalam pengelolaan parkir di zona enam.

“Kami minta dibatalkan pihak ketiga yang sekarang, kalau pun harus ada pihak ketiga kami ingin pelelangan ini diulang. Kami akan ikut lelang,” kata Ketua HPKB, Farida.

Seruan massa menuntut Bardin selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu turun dari jabatannya, yang dianggap oleh pihak massa ada manipulasi data titik parkir yang ada di Kota Bengkulu.

“Turunkan Bardin, turunkan Badrin, turun Badrin, kami meminta pemerintah turunan Badrin,” teriakan massa aksi.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon menyampaikan ke aksi massa, pemerintah akan melakukan kajian terhadap tuntutan tersebut.

“Tuntutan massa akan kami catat, bukan sekedar kami catat tapi kami lakukan kajian,” jelas Marjon kepada aksi massa.

“Kami akan melakukan kajian serta evaluasi terhadap tuntutan massa aksi perihal permintaan diturunkannya Bardin,” lanjutnya.

“Tuntutan ini akan dikaji ulang kalau memang benar secara administratif pemerintah akan lakukan sanksi,” ungkap Marjon.

Dari hasil aksi massa hari ini pemerintah akan segera melakukan pembahasan agar nantinya dapat memberikan kepastian kepada pihak massa atas tuntutannya.

“Pemerintah tentu tidak akan diam, tetapi pemerintah juga tidak bisa memutuskan saat ini juga, semua butuh waktu dan pembahasan,” tutup Marjono. [Soprian]