PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seperti diketahui sebelumnya, PT Duta Mandiri Sejahtera merupakan kontraktor dari proyek pembangunan Alun Alun Berendo Kota Bengkulu dan konsultan pengawasnya CV Civarligma Engineering. Beberapa waktu lalu pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu telah menyatakan memutus kontrak dua perusahaan tersebut karena diduga tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan akan melakukan tander ulang terhadap proyek itu. Pemutusan kontrak dalam pekerjaan tersebut diketahui kedua perusahaan itu terancam di blacklist.

Terkait pemutusan kontrak kedua perusahaan tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Provinsi Bengkulu, Dr. Ir M Rochman MH saat dikonfirmasi, Jumat (10/1/2019) mengatakan, LPJK hingga sampai saat ini belum menerima surat keputusan pemutusan kontrak, baik pemutusan terhadap pihak kontraktornya maupun konsultan pengawas pekerjaan. M Rochman menegaskan, apabila dalam pekerjaan tersebut telah terjadi pemutusan kontrak atau wanprestasi maka LPJK berkewajiban menindaklanjutinya dengan mencabut Surat Badan Usaha (SBU) dari pada ijin kedua perusahaan tersebut atau blacklist dan kedua perusahaan tidak diijinkan beroperasi selama dua tahun.

“Kita sudah memasuki tahun 2020 dan tentunya perusahaan akan meregistrasi kembali. Nah, ini kami akan kami pertanyakan sejauh mana,” kata M Rochman.

M Rochman mengungkapkan, pemblacklist-an tidak hanya dilakukan kepada kedua perusahaannya saja namun juga terhadap pimpinan perusahaannya dengan melalui kajian mendalam.

“Jadi itu nanti kita lihat wanprestasinya dimana, apakah person atau dia ini meminjam perusahaan. Atau mungkin juga bisa broker. Kita akan tinjau dan kita akan blacklist, terutama ijin perusahaan sertifikasi badan usahanya sudah pasti kita blacklist selama dua tahun tidak bisa ikut tander,” jelas M Rochman.

M Rochman menambahkan, setelah pemblacklist-an terhadap perusahaan tersebut dilakukan, LPJK kemudian akan membuat surat edaran bahwa perusahaan tersebut telah dikenakan sanksi dan masuk dalam daftar hitam. [Anto]