PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kandidat yang akan maju dalam Pilkada Rejang Lebong tahun 2020 hanya diperkenankan memilih salah satu jalur yang dipernekankan yakni independen atau diusung partai politik. Kandidat telah mendaftar melalui jalur Independen, namun gagal maka kesempatan untuk maju lewat partai politik otomatis tidak diperkenakan lagi. Hal ini disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Rejang Lebong Visco Putra Alexander pada saat kegiatan sosialisasi tahapan dan pencalonan Pilbup yang diikuti oleh seluruh partai politik, bakal calon dan LO bakal Cakada disalah satu Hotel Rejang Lebong, Senin (27/1/2020).

“Regulasi di peraturan KPU, bagi bakal calon yang telah mendaftar secara resmi melalui jalur Independen dan dinyatakan tidak memenuhi syarat maka tidak tidak boleh lagi maju lewat jalur parpol. Aturan untuk pencalonan ini diatur dalam PKPU 2017 Nomor 33 tentang mekanisme pencalonan,” kata Visco.

Dijelaskan Visco, untuk mengantisipasi adanya kandidat yang sama akan mendaftar melalui jalur independen dan juga parpol, pihak KPU selaku penyenggara, sebelum kandidat bersangkutan mendaftarkan diri, terlebih dahulu akan mengecek dulu sebaran dukungan masyarakat sesuai yang dipersyaratkan. Sehingga jika sudah memenuhi syarat, baru dipersilahkan mendaftar.

“Dalam proses sebelumnya memang kita membuka pendaftaran dulu, sedangkan jumlah dukungannya belum diverifikasi. Kali ini beda, syarat dukungannya dulu yang diserahkan, dan setelah memenuhi baru boleh mendaftarkan diri dan mengikuti tahapan selanjutnya,” paparnya.

Visco juga menyampaikan untuk Pilkada Rejang Lebong, jumlah dukungan KTP melalui jalur independen sebanyak 20.334 dukungan masyarakat dan harus tersebar lebih dari 50 persen Kecamatan di Rejang Lebong yakni delapan Kecamatan dan diserahkan pada tanggal 19-23 Febuari 2020.

“Untuk surat dukungan ini akan kita cek satu persatu kelapangan dan jika terjadi kesalahan maka surat dukungan pengganti minimal disampaikan 2 kali lipat. Misalnya surat dukungan error 5000 maka pasangan calon harus menyampaikan dukungan pengganti sebanyak 10000 dukungan. Perbaikan surat dukungan hanya dilakukan satu kali, Regulasi terkait pencalonan ini diatur dalam PKPU nomor 18/2019 yang merupakan perubahan PKPU no 15/2018 dan PKPU No 3/2017,” kata Visco. [Julkifli Sembiring]