PedomanBengkulu.com Rejang Lebong – Tingkat partisipasi pemilih di kecamatan Kota Padang menjadi perhatian serius Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rejang Lebong. Pada pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong tahun 2015 lalu, di mana angka partisipasi pemilih di kecamatan Kota Padang tercatat paling rendah yakni dikisaran 52,42 persen.

Sedangkan partisipasi masyarakat setempat pada Pileg 2014 juga terendah yakni 65,09 persen, kemudian pada Pilpres 2014 juga paling rendah dikisaran 52,65 persen.

“Terakhir pada Pemilu 19 April 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih masyarakat kecamatan Kota Padang ini agak meningkat yakni 67,80 persen. Dari jumlah daftar pemilih tetap atau DPT sebanyak 10.213 pemilih, yang menggunakan hak suara sebanyak 6.924 pemilih,” ungkap Ujang Maman, Koordinator Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Rejang Lebong, Senin (20/1/2020).

Ditambahkan Ujang, sejauh ini pihaknya belum mengetahui apa penyebab rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai Pemilu yang dilaksanakan di wilayah itu.

“Kita akan mengupas permasalahan ini dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang saat ini masih dalam seleksi, bersama dengan Camat maupun para kepala desa dan lurah maupu tokoh masyarakat kota Padang sehingga bisa mengetahui apa penyebabnya,” kata Ujang.

Selain itu, KPU Rejang Lebong nantinya juga akan memberikan porsi penyuluhan atau sosialisasi yang lebih banyak ke wilayah kecamatan Kota Padang dengan harapan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menggunakan hak suara dalam setiap Pemilu.

“Untuk Kecamatan Kota Padang ini telah menjadi perhatian kita, karena setiap kali Pemilu Legislatif, Pilpres maupun Pilkada tingkat partisipasi masyarakatnya paling rendah dibandingkan 14 kecamatan lainnya,” tutup Ujang  [Julkifli Sembiring]