PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebagai sebuah perusahaan multi media, media online Pedoman Bengkulu terus berusaha mengembangkan perusahaannya dengan melakukan berbagai pelatihan.

Salah satunya adalah dengan menggelar Sekolah Jurnalisme Dakwah di kantor media dengan tagline Cahaya Perubahan ini, Selasa (7/1/2020).

Redaktur Utama Pedoman Bengkulu, Rudi Nurdiansyah, bertindak selaku pengasuh dalam sekolah jurnalisme tersebut.

Dalam paparannya, ia menjelaskan, sekolah ini bertujuan untuk menghasilkan para penulis sekaligus pendakwah yang berdakwah dengan tulisan-tulisannya.

“Tulisannya bukan hanya tulisan lepas, tapi tulisan yang mengajak orang kepada kebaikan. Mendedikan tulisan-tulisannya dalam nuansa kebaikan dan mendorong orang-orang untuk berbuat baik,” jelas Rudi Nurdiansyah mengenai sekolah ini.

Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu menjelaskan, sekolah ini terbuka untuk umum dan digelar setiap Selasa, Rabu dan Kamis setiap harinya selama tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2020 mendatang.

“Sekolah ini diawali dengan belajar kitab, diskusi dan dilanjutkan dengan pelatihan menulis,” ungkap Rudi.

Selain itu, Rudi melanjutkan, pada sekolah ini para peserta juga dibekali dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan jurnalisme, baik yang bersifat kontemporer, maupun konvensional.

“Mulai dari sejarah, teori dan praktek, semua dikupas. Para peserta tidak dibatasi. Mereka yang dinyatakan lulus boleh bergabung dengan Pedoman Bengkulu atau mendidikasikan ilmunya untuk institusi lain,” ucap Rudi.

Dalam sekolah ini, para peserta juga diminta untuk menuliskan pengalamannya, baik yang bersumber dari sekolah ini sendiri, maupun dari lapangan.

“Dari tulisan-tulisan itulah nanti akan ada koreksi untuk menyusun sebuah naskah berita, atau pun artikel, atau karya jurnalistik lainnya,” demikian Rudi Nurdiansyah.

Sebelumnya, Pedoman Bengkulu juga telah menggelar sekolah yang sama, namun dengan tema yang sedikit berbeda, yakni Sekolah Jurnalistik Kerakyatan.

Pimpinan Redaksi Pedoman Bengkulu, Muammar, mengatakan, sekolah-sekolah ini sebagai upaya untuk mempelajari tentang jurnalisme yang kelak diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan riil para peserta.

“Kami berharap apa yang didapatkan di sini dapat terus dikembangkan, baik di dunia kampus, maupun dalam dunia realitas kerja nantinya. Jangan berhenti mengkaji dan mengamalkan keilmuan jurnalistik,” katanya.

Pedoman Bengkulu, lanjutnya, akan selalu terbuka untuk para pemudi dan pemuda yang memiliki hasrat membangun Bengkulu melalui karya-karya jurnalistik yang positif dan konstruktif.

“Kita sekarang hidup di era digital, dimana hoax, fitnah dan ghibah mudah menyebar dan meracuni pikiran serta menjauhkan kita dari realitas. Pedoman Bengkulu dibangun untuk menangkal hal itu. Kami sangat terbuka untuk bekerjasama dengan semua pihak yang memiliki semangat memajukan Bengkulu melalui pemberitaan yang cerdas, kritis dan beragam dalam mewujudkan cita-cita kerakyatan,” ujarnya. [Ilham Juliandi]