Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Andi Kadesma.

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sat Reskrim Polres Rejang Lebong mulai melakukan penyelidikan terkait tewasnya Erwandi (48) salah seorang pekerja galian saluran pipa Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal Program Kotaku di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan.

Diungkapkan Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma, Pihaknya telah memeriksa 4 orang pekerja dan juga telah melakukan pengecekan ulang ke lokasi tempat kejadian tewasnya pekerja galian tesebut.

“Sejauh ini pengecekan ulang ke TKP sudah kita lakukan termasuk memanggil dan memeriksa 4 orang pekerja yang pada saat kejadian ada dilokasi. Sampai sekarang kita belum menyimpulkan apakah ada tindak pidana atau tidak, kita masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi mulai dari pekerja, pelaksana kegiatan maupun koordinator program Kotaku,” ujar Kasat, Kamis (16/1/2020)

Ditambahkan Kasat, lokasi tewasnya pekerja galain pipa komunal di desa Tanjung Dalam tersebut masih di Polis Line dan pengerjaan galian untuk sementara dihentikan.

“Untuk pengerjaan dilokasi kejadian kita hentikan dulu, nanti setelah ada kesimpulan apakah ada tindak pidana atu tidak baru kita izinkan lagi untuk dilanjutkan,” singkat Andi.

Sebelumnya Peristiwa longsor dilokasi galian IPAL ini, berawal saat para pekerja yang berjumlah 11 orang tengah menggali lobang sedalam 3 hingga 5 meter dititik tersebut, saat itu korban Erwandi alias Wen (48) tengah menggali sedangkan satu rekannya yakni Sakut menarik material tanah dari sisi atas lobang. Namun tanpa disadari, sekira pukul 09.30 WIB tumpukan tanah dari galian tersebut justru longsor dan korban tidak sempat menghindar. Proses evakuasi sendiri berlangsung selama satu jam, hingga korban berhasil dikeluarkan dan langsung dibawa ke RSUD Curup untuk mendapatkan perawatan, namun nyawa korban tidak tertolong. [Julkifli Sembiring]