Oleh Tri Budi Riono (Mahasiswa Kriminologi UIR)

Senin (30/12/2019) lalu, diadakan sosialisasi tentang pemahaman diskriminasi wanita bercadar oleh Mahasiswa Prodi Kriminologi UIR (Universitas Islam Riau), pada PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Komisariat UIR Cabang Pekanbaru Pusat Madiun.

Dalam sosialisasi ini para mahasiswa Kriminologi memaparkan bahwasanya para wanita bercadar sangatlah terdiskriminasi di lingkungan masyarakat dan kampus, dengan adanya pelabelan terhadap mereka yang bercadar kian hangat dalam perbincangan. Pro dan kontra terhadap pemakaian cadar tersebut seolah-olah tidak bisa dihentikan perdebatannya. Masyarakat yang tidak sepakat terhadap cadar tersebut menilai pemakaian cadar telah melanggar hak asasi manusia.

Dilihat dari sisi lain hak-hak untuk memeluk agama terdapat kebebasan dalam menunjukan identitas dalam beragamanya, akan tetapi terdapat perbedaan budaya dan pemahaman yang melatarbelakangi. Terkadang terdapat label pada mereka seperti radikal atau teroris. Selain itu, jika kita lihat dalam perspektif hukum dan hak asasi di Indonesia melalui Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 E ayat (2) dan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 22 yang pada intinya telah menjamin kemerdekaan dan kebebasan bagi setiap orang atau warga negara soal memilih agama, keyakinan dan menjalankannya.

Pelabelan akan mengakibatkan terjadinya pengucilan di masyarakat dan penghukuman sosial kepada mereka yang dipandang aneh serta penolakan dalam setiap kegiatan yang terjadi di masyarakat. Pengucilan ini disebabkan adanya beberapa pandangan masyarakat bahwa para teroris rata-rata beristri orang bercadar dan memahamkan bahwa mereka dipandang perlu diwaspadai mengingat kasus hangat yang belum lama ini terjadi yakni kasus bom di Surabaya.

Stigma negatif terhadap perempuan yang menggunakan cadar turut dirasakan oleh anggota komunitas perempuan Niqab Squad. Salah satu anggotanya, Ira (20), beranggapan kekhawatiran yang timbul di tengah masyarakat tersebut tidak berlebihan. Oleh sebab itu, dia dan teman-temannya berusaha memahami.

Oleh sebab itu diharapkan dari sosialisasi ini para pendengar dapat memahami bahwa tidak ada sekat di antara mereka dalam bermasyarakat. Mereka juga warga negara Indonesia yang dilindungi hak-haknya oleh Negara.