PedomanBengkulu.com, Seluma — Proses pencarian terhadap pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Ezo Estrada (14) warga Dusun Mekar Sari Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma yang diduga tenggelam di Anak Sungai Jenggalu, Senin (27/1/2020) sekira pukul 16.50 WIB dihentikan sementara dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi, Selasa (28/1/2020).

Komandan Regu (Danru) Basarnas Provinsi Bengkulu Veldi mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga adanya anak tenggelam tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Proses pencarian dimulai sekira pukul 18.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Karena terkendala cuaca hujan yang cukup deras maka pencarian terpaksa dihentikan dan dilanjutkan besok pagi.

“Radius pencarian sekitar 500 meter, disitu kita manuver dengan perahu mutar-mutar agar korban timbul ke permukaan dan untuk sementara waktu belum menampakkan hasil,” kata Veldi.

Veldi mengungkapkan, untuk pencarian dengan sistem penyelaman tidak dilakukan karena kondisi air sungai yang keruh. Berdasarkan informasi yang diterima, sambung Veldi, sebelum korban tenggelam korban itu loncat-loncat sementara korban sendiri tidak bisa berenang. Kemudian korban mengajak temannya dan terseret arus. Teman korban yang bisa berenang sempat berusaha menyelamatkan korban dengan memberikan kayu, namun karena arus sungai yang sangat deras maka kayu yang semula berhasil digapai korban itu terlepas.

“Sekitar 26 meter jarak korban hilang dari muara sungai, dipersimpangan air. Kedalaman sungai menurut warga bervariasi dari 4 meter hingga 8 meter,” ungkap Veldi.

Veldi menyatakan, karakteristik arus sungai tersebut untuk arus diatas kondisinya tenang namun didalam, dibawah arusnya kencang. Pihaknya juga menganalisa banyak ranting-ranting pohon di bawah sungai dan tidak menutup kemungkinan korban tersangkut.

“Namun kita juga tidak bisa memastikan pakah korban dibawah atau hanyut,” terang Veldi.

Seperti dilansir sebelumnya, kronologis kejadian tenggelamnya korban berawal saat korban pada pukul 16.30 WIB bersama tiga orang teman sekolahnya mandi di daerah jembatan Sungai tersebut. Kemudian sekira pukul 16.50 WIB salah satu teman korban menginformasikan bahwa satu diantara mereka tenggelam. Setelah mendapatkan informasi dari teman korban pihak keluarga korban langsung mendatangi lokasi kejadian, namun korban sudah tidak bisa ditemukan lagi. [Anto]