Kasatreskrim Polres Kaur Iptu Ahmad Khairuman

PedomanBengkulu.com, Kaur – Isu usaha penculikan terhadap siswi Sekolah Dasar 117 Maje Kabupaten Kaur beberapa hari lalu ternyata tidak benar.

Kepolisian menyebutkan isu itu hanya salah penyampaian dari Korban Natalia dan Sifa.

Hal itu diketahui setelah dilaksanakan penyelidikan tentang percobaan penculikan di SDN 117 oleh jajaran Polsek Maje yang dipimpin oleh Kapolsek Maje Ipda.C.P. Tuhuteru pada Jumat (24/1/2020).

Kapolres Kaur AKBP Arif Hidayat melalui Kasatreskrim Iptu Ahmad Khairuman menjelaskan kejadian yang sebenarnya setelah dikutip keterangan Natalia yang di nyatakan korban pada waktu bahwa menurut Natalia, ia hanya dinasehati oleh pamannya bernama Didi agar berhati-hati terhadap penculik.

“Dan itu disampaikan kepada teman-temannya di antaranya adalah Sifa lalu kepada gurunya yang bernama Sulastri,” katanya.

Hal serupa juga di katakan Sifa (9) yang pada dasarnya aksi penculikan pada hari itu tidak ada termasuk mobil hitam Avanza juga tidak ada.

“Ini hanya anak-anak menyikapi pesan pamannya berlebihan,” demikian Kasatreskrim Ahmad Khairuman menjelaskan.

Dengan demikian, masalah ini diklarifikasi.

“Jadi catatannya adalah yang diduga penculikan di SDN 117 Parda suka Kecamatan Maje kaur pada 18 Januari lalu bukan aksi penculikan melainkan nasehat dari Didi yang merupakan paman Natalia yang diceritakan Natalia kepada teman-temannya termasuk kepada gurunya,” Ahmad menambahkan.

“Meskipun kejadian Di SDN 117 itu tidak benar namun jajaran Kepolisian Resort Kaur tetap berupaya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutupnya. [Sirat]