Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III DPRD Kota Bengkulu bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu di Ruang Rapat DPRD Kota Bengkulu, Rabu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setelah inspeksi mendadak (Sidak) Selasa (14/1) beberapa waktu yang lalu dilakukan oleh DPRD Kota Bengkulu Komisi III, di UPTD Metrologi Kota Bengkulu yang terletak di Kelurahan Surabaya,┬áKetua Komisi III mendapati banyak alat tera dan ruangan yang tidak layak lagi digunakan.

Sebelumnya gedung hasil hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga seharusnya dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Bengkulu, pasalnya gedung tersebut sudah tidak layak.

Selasa pagi (21/1/2020) Komisi III DPRD Kota Bengkulu menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu.

Tampak sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu yang ikut dalam rapat ini.

Ketua Dewan Komisi III Baidari Citra Dewi meminta Disperindag serius memprioritaskan perbaikan alat tera, karena yang kita lihat beberapa waktu yang lalu alat tersebut sudah tidak layak.

“Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu, ungkapnya.

Kepala Disperindag Kota Bengkulu Dewi Rusli mengatakan, total plafon anggaran Disperindag pada tahun 2020 sebesar Rp1,8 miliar tidak mencukupi untuk perbaikan sarana dan prasarana di UPTD Metrologi.

“Dalam APBD TA. 2020 hanya terdapat anggaran untuk Kalibrasi dan Sidang Terang masing-masing sebesar Rp15 juta,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya akan berusaha menggeser anggaran dalam Perubahan APBD mendatang,” tambahnya.

Disperindag berkomitmen menindaklanjuti permintaan Komisi III DPRD Kota Bengkulu dalam rapat ini.

Sementara itu untuk renovasi gedung UPTD Metrologi yang mengalami kerusakan, Komisi III akan segera memanggil Kadis PUPR. Anggaran perbaikan tersebut akan diusahakan dalam Perubahan APBD mendatang. [Soprian]