Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Pemda Rejang Lebong bakal melakukan revisi atas perda nomor 5 tahun 2016 tentang penyertaan modal daerah ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sejumlah BUMD yang ada di Kabupaten Rejang Lebong akan mendapat tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

“Karena ini nanti usulan revisi untuk penyertaan modal BUMD, maka seluruh BUMD akan mendapatkan tambahan penyertaan modal,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Rejang Lebong, Pranoto Majid SH MH, Kamis (30/1/2020).

Berdasarkan Perda nomor 5 tahun 2016 tersebut, ada 4 BUMD yang mendapat penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yaitu Bank Bengkulu, PDAM Tirta Dharma, Perusahaan Daearah (PD) Rena Skalawi dan Pusat Koperasi Pegawai Negeri.

“Meskipun Rena Skalawi dan PKP saat ini mati suri, namun tetap kita anggarkan karena berkaitan dengan Perda, bila nanti hidup lagi maka tinggal kita berikan,” tambah Pranoto.

Dijelaskan Pranoto dalam Perda nomor 5 tahun 2016 tersebut, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah memberikan suntikan dana ke Bank Bengkulu sebanyak Rp12,172 miliar, kemudian ke PDAM Tirta Dharma sebesar Rp12 miliar, ke PD Rena Skalawi sebesar Rp3,4 miliar dan ke PKP Sebesar Rp250 juta.

“Adanya revisi perda ini, karena per tanggal 31 Desember kemarin seluruh penyertaan modal yang tertuang dalam Perda nomor 5 tahun 2016 tersebut sudah dilaksanakan khususnya untuk Bank Bengkulu dan PDAM,” ujar Pranoto.

Karena amanah dalam Perda tersebut sudah selesai di masing-masing BUMD, sehingga bila tidak dilakukan revisi Perda Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak bisa lagi melakukan penambahan penyertaan modal, karena batas maksimalnya sudah dipenuhi.

Sementara itu, dalam usulan revisi Perda nomor 5 tahun 2016 tersebut, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan menambah penyertaan modal untuk Bang Bengkulu sekitar Rp37 miliar, sehingga bila ditambah dengan penyertaan modal sebelumnya total penyertaan modal ke Bank Bengkulu mencapai Rp50 miliar.

Kemudian untuk PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong akan mendapat suntikan penyertaan modal sebesar Rp7,5 miliar. Kemudian untuk dua BUMD yang tengah mati suri yaitu PD Rena Skalawi dan PKP masing-masing akan dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar dan Rp3,25 miliar.

“Inikan sifatnya masih dalam usulan, jadi nanti akan dibahas bersama DPRD Rejang Lebong terlebih dahulu dan mudah-mudahan DPRD Rejang Lebong menyetujuinya,” kata Pranoto. [Julkifli Sembiring]