Hj Riri Damayanti John Latief saat menjadi narasumber dalam sebuah pertemuan.

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Infrastruktur terus menjadi prioritas utama pembangunan sejak Indonesia dipimpin oleh Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Melalui Dana Desa, pembangunan infrastruktur itu bahkan membuat geliat pembangunan ekonomi di desa-desa menunjukkan grafik meningkat.

Namun kebijakan pembangunan infrastruktur yang ada saat ini menurut telaah sejumlah akademisi belum memberikan kontribusi positif dalam menekan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan akses pelayanan untuk semua kalangan masyarakat Indonesia.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, pembangunan infrastruktur utama mesti diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur penunjang.

“Petani sangat membutuhkan jalan tol untuk mengirimkan hasil-hasil pertanian mereka, ini iya, tapi juga tak kalah penting petani butuh infrastruktur penunjang seperti sarana irigasi agar mereka tak hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah mereka dan jalan penghubung yang bagus dari lahan mereka ke pasar atau pusat kota untuk menjual produk mereka,” kata Riri Damayanti kepada jurnalis, Jumat (17/1/2020).

Tanpa infrastruktur penunjang seperti itu, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, petani akan kesulitan untuk memaksimalkan perputaran roda perekonomian mereka.

“Begitu juga dengan sektor pariwisata, permukiman, kawasan industri, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, semua butuh infrastruktur penunjang yang memadai dan harus disegerakan,” tegas Riri Damayanti.

Pun demikian, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini memberikan apresiasi kepada segenap pemerintah daerah di Bengkulu yang telah cukup banyak menggalakkan pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah hukumnya masing-masing.

“Masih ada pihak-pihak yang merasa pembangunan yang dilakukan belum sebanding dengan manfaatnya, ini PR (pekerjaan rumah, red) buat pemerintah, bagaimana mengajak pihak-pihak tersebut ikut memberikan sumbangsih, karena memang memajukan infrastruktur penunjang ini butuh kerjasama dengan banyak pihak, bukan hanya pemerintah,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menekankan, infrastruktur harus dapat menyentuh semua orang sehingga memberikan kesempatan kepada setiap warga memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Harapan kita ke depan keberhasilan pembangunan infrastruktur ini tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas saja, tapi sudah terbukti melalui menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya angka pengangguran, terkendalinya inflasi, hilangnya ketimpangan sosial, dan bergairahnya ekonomi rakyat,” demikian Riri Damayanti. [Medi Muamar]