PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Jaksa eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu melakukan eksekusi terhadap Sigit Adi Nugroho, terpidana kasus penipuan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Anggota Bintara Polri dengan hukuman 3 tahun penjara Rumah Tahanan (Rutan) Rutan Malabero Bengkulu, Selasa (22/1/2020).

Eksekusi dilakukan setelah Kejari Bengkulu menerima putusan kasus terpidana dari Mahkamah Agung.

Jaksa Eksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Bengkulu Andi Henrajaya saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020) mengatakan terpidana Sigit Adi Nugroho terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan CPNS Bintara Polri tahun 2017 lalu terhadap korban Darmajoyo dengan kerugian mencapai 350 juta rupiah.

“Terpidana melakukan penipuan terhadap korban dengan berjanji bisa meloloskan sebagai anggota Polri tetapi ternyata korban tidak lolos anggota Polri. Kemudian korban melaporkan dan terjadilan kasus ini,” kata Andi Hendrajaya.

Andi Hendrajaya menjelaskan, sebelumnya terpidana mengajukan banding dengan putusan Pengadilan, kemudian juga mengajukan kasasi. Namun dalam putusan kasasi itu justru menguatkan putusan Pengadilan dengan hukuman 3 tahun penjara sama dengan tuntutan JPU.

“Dalam putusan terpidana harus dieksekusi dan kemudian kita bawa,” jelas Andi Henrajaya.

Selain ditahan di Rutan Malabero Bengkulu untuk menjalani hukuman sesuai amar putusan, terpidana Sigit Adi Nugroho terbukti yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht tersebut juga terancam dipecat secara tidak hormat sebagai anggota Polri. [Anto]