PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Fakat lain ditemukan oleh penyidik Polres Rejang Lebong dalam kasus pembunuhan yang dilakukan YA (32) warga Kecamatan Curup Timur terhadap Korban, yakni ditemukanya 9 helai pakaian dalam wanita yang disimpan tersangka dalam mobil angkot miliknya. Diungkapkan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Kadesma didampingi Kanit, PPA Aiptu Desi Oktavianti, tersangka diduga memiliki kelelainan seks.

“Iya didalam angkot tersangka ini ditemukan 9 helai pakaian dalam wanita, namun berdasarkan penyelidikan yang kita lakukan, dari keseluruhan celana dalam wanita yang ada didalam mobil tersebut belum diketahui apakah ada milik korban atau tidak. Untuk sementara berdasarkan keterangan nenek korban, kalau untuk pakaian dalam korban seluruhnya memiliki ciri khusus yakni berupa sulaman tangan nenek korban dan dari pemeriksaan kita tidak ada yang bekas sulaman,” ujar Kanit PPA.

Ditambahkan Kanit, Tersangka juga diduga memiliki kelainan seks karena senang memperlihatkan kemaluannya kepada orang lain pada saat melakukan video call  (VC) menggunakan ponsel milik korban.

Tersangka ini sering menggunakan hp korban untuk melakukan video call dengan teman teman korban yang kontaknya ada di dalam hp. Setiap melakukan video call, tersangka ini menunjukan kemaluanya dan di screnshot dan ini digunakan tersanga ini untuk mengancam teman korban. Jika tidak dilayani video call maka screnshoot tersebut akan disebar ke media sosial. Kita akan mendalami apakah ada korban yang sudah berhasil diperas tersangka atau pernah melakukan tindakan cabul,” kata Kanit.

Pihak keluarga korban juga mengakui bahwa beberapa teman korban menyampaikan bahwa tersangka tersebut meneror teman-teman korban melalui video call. Dimana saat melakukan video call tersebut, tersangka menunjukan alat kelaminnya dan mengambil tangkapan layar pada saat terhubung dengan teman korban.

“Teman-teman keponakan kami ini mengira bahwa yang menelpon adalah keponakan kami, namun ternyata saat diterima yang muncul seperti itu (kemaluan, red), dari itu juga kami melakukan penelusuran,” ujar Hendri ditemui dikediaman nenek korban.

Paman korban juga menyampaikan teman-teman korban juga diminta untuk mengirimkan pulsa dan kuota internet ke nomor tersebut, jika tidak photo hasil tangkapan layar video call akan disebar tersangka. [Julkifli Sembiring]