Kepala KPP Pratama Bengkulu, Raden Agus Setiawan.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Seluruh warga negara Indonesia yang telah mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP) diwajibkan untuk melaporkan surat pemberian tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) baik orang pribadi maupun badan atau perusahaan ke KPP tempat WP terdaftar atau e-filing melalui laman DJP online.

Pelaporan sudah bisa dilakukan sejak awal Januari dan batas pelaporan SPT untuk orang pribadi per tanggal 31 Maret 2020 dan 30 April 2020 untuk badan atau perusahaan.

Kepala KPP Pratama Bengkulu, Raden Agus Setiawan saat diwawancarai PedomanBengkulu.com, di ruang kerjanya, Selasa (14/1) menyampaikan, “Kami mengajak wajib pajak untuk segera menyampaikan kewajibannya dalam pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan,” ajak beliau.

Lebih lanjut dirinya menghimbau masyarakat untuk lebih awal menyampaikan SPT agar terhindar dari antrean panjang, dan sanksi apabila telat melapor.

“Apabila tidak atau terlambat melaporkan, maka dikenakan sanksi administrasi yaitu Rp 100 ribu untuk SPT Orang Pribadi, dan Rp 1 juta untuk SPT Badan,” sebutnya.

Dijelaskan Raden Agus Setiawan, Pelaporan SPT dapat dilakukan dengan langsung datang ke KPP Pratama atau Wajib Pajak juga dapat melapor secara mandiri melalui e-filing.

E-filing adalah cara penyampaian SPT Tahunan PPh secara elektronik yang dilakukan secara online, dan realtime pada website Direktorat Jenderal Pajak (www.djponline.pajak.go.id). Dengan menggunakan e-filing, WP dapat melaporkan SPT-nya dari mana saja dan kapan saja tanpa harus mengantre di kantor KPP Pratama.

Lebih jauh dirinya menyampaikan, dalam rangka memberikan pelayanan kepada WP, KPP Pratama Bengkulu akan jemput bola melalui pojok pajak.

“Lebih cepat lebih baik. Apabila masih terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat langsung datang ke kantor pajak atau melalui Kring Pajak 1500200,” pungkasnya. [Nurhas]