PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Semenjak dinyatakan rusak pada hari Minggu 4 Agustus 2019 lalu. Hingga saat ini Dermaga Penyeberangan Kahyapu Pulau Enggano belum dilakukan perbaikan oleh Pemerintah.

Masyarakat Pulau Enggano mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG), hal itu dikarenakan kapal feri yang biasanya membawa pasokan minyak dan gas tidak bisa berlabuh pulau Enggano.

Salah satu warga, Angel Siburian mengatakan, kelangkaan BBM dan LPG. Terhitung semenjak tiga bulan yang lalu, baru satu kali BBM disuplai ke pulau Enggano pada tanggal 27 Desember lalu.

“Sebelumnya itu 3 bulan BBM tidak kunjung datang, terus tanggal 27 desember baru datang lagi, dan hanya 15 liter per KK yang dapat bagian, Bahkan ada yang 10, ada juga yang tidak dapat,” sampai Angel, saat dihubungi pedomanBengkulu.com, Rabu (22/1/2020).

Ditambahkannya, Angel Siburian mengharapkan pihak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi segera melakukan tindakan perbaikan terhadap Dermaga Kahyapu agar Kapal yang membawa persediaan BBM dan LPG dapat segera berlabuh.

“Saya minta Pemerintah segera memperbaiki Dermaga kahyapu itu, supaya kapal feri bisa masuk lagi ke enggano. Biar bisa bawak BBM dan LPG dengan lancar,” harap Angel Siburian.

Sebelumnya pihak Provinsi Bengkulu sudah melakukan Rapat Menyikapi Kondisi Dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Kahyapu Pulau Enggano, di Ruang Rapat Enggano Dishub Provinsi Bengkulu, belum lama ini.

Dalam rapat itu, penanganan mengenai rusaknya dermaga tersebut akan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu bersama ASDP, KSOP Bengkulu, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Polairut, Lanal Bengkulu serta Pemda Kabupaten Bengkulu Utara selaku yang memilik wilayah. [Mario]