Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Awal tahun 2020 merupakan kenangan buruk bagi ratusan petani di Bengkulu setelah puluhan hektar sawah mereka terendam banjir sebagaimana yang terjadi di kawasan pertanian Kabupaten Seluma dan Kabupaten Lebong.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, dampak perubahan iklim secara ekstrem sangat mempengaruhi produksi pangan dan akan berdampak serius terhadap kecukupan pangan generasi mendatang.

“Perubahan iklim global membuat hasil produksi pertanian jadi turun. Informasi tentang petani di Bengkulu yang gagal panen karena kemarau atau banjir yang kemudian menjadi salah satu pemicu naiknya harga pangan belakangan sering saya dengar dan ini membutuhkan penanganan serius,” kata Riri Damayanti kepada media, Rabu (15/1/2020).

Karena dampaknya yang fatal, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengajak semua pihak untuk menaruh perhatian pada isu perubahan iklim ini.

“Kalau langkah antisipasi tidak disiapkan dari sekarang, bencana alam ini bisa mendorong terjadinya bencana kemanusiaan. Masalah pangan ini harus masuk dalam agenda penanganan bencana,” tegas Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini meminta kepada Kementerian Pertanian bersama lembaga-lembaga kebencanaan seperti Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofifikan (BMKG) serta pihak-pihak terkait dapat berkolaborasi merumuskan solusi untuk menangani permasalahan ini.

“Pertanian Indonesia harus bisa beradaptasi dengan bencana demi bencana yang melanda negeri. Pertanian Indonesia harus mampu bertahan di tengah bencana agar nutrisi dan gizi bagi anak-anak di masa mendatang tetap terjamin,” papar Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap langkah ini bisa dimulai dari pembenahan data pangan yang ada.

“Jangan sampai terdengar beras Bulog yang membusuk sebelum terdistribusi, jangan sampai ada kebijakan impor pangan di tengah panen raya petani lokal, lewat DPD saya akan ajak pihak-pihak terkait untuk memikirkan perkara ini dengan seksama,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, Komite II DPD RI merupakan alat kelengkapan DPD RI. Komite II DPD RI memiliki tugas konstitusional untuk memperhatikan urusan daerah diantaranya mengenai Pertanian dan Perkebunan, Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, Energi dan Sumber daya mineral, Kehutanan dan Lingkungan hidup, Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah Tertinggal, Perindustrian dan Perdagangan, Penanaman Modal, dan Pekerjaan Umum. [Medi Muamar]