Tampak seorang pengunjung sedang berfoto di Air Terjun Kroya yang masih asri.

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Objek wisata air terjun Kroya dengan ketinggian kurang lebih 15 meter di Desa Suka Maju, Kabupaten Seluma, saat ini membutuhkan fasilitas jalan untuk mempermudah masyarakat berkunjung ke kawasan tersebut.

Air Terjun Kroya merupakan destinasi pilihan keluarga dengan suasana yang masih asri dan masih banyak satwa liar seperti monyet yang menemani perjalanan untuk sampai di lokasi. Namun sayang, objek wisata ini belum dikelola dengan baik.

“Objek wisata air terjun di Desa Suka Maju ini belum ramai didatangi pengunjung, dikarenakan jalan yang rusak dan berlumpur menuju lokasi tersebut. Kami berharap agar infratruktur di kawasan objek wisata ini dapat dibenahi oleh pemerintah,” kata seorang pengunjung yang identitasnya tidak ingin disebutkan, Minggu (19/1/2020).

Lanjutnya, pengunjung ini berharap akses jalan menuju lokasi segera dilakukan perbaikan, mengingat pemerintah sendiri sekarang sedang gencarnya mewujudkan Wonderful Bengkulu 2020.

Tampak jalan rusak dan berlumpur menuju Air Terjun Kroya.

Selain itu, lokasi wisata Air Terjun Kroya ini diharapkan dapat disediakan tempat pembuangan seperti tong sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya geram sekali melihat sampah berserakan disini, selain akses jalan, pemerintah juga diharapkan segera melakukan pengadaan tong sampah serta membuat insfrastruktur pendukung,” harapnya.

Diketahui pada tahun 2005, Bupati Seluma telah menetapkan Air Terjun Kroya sebagai destinasi wisata yang patut dikembangkan. Sejak adanya Dana Desa (DD), Pemerintah setempat bercita-cita mengangkat potensi Air Terjun Kroya menjadi salah satu aset unggulan desa. Pengelolaan wisata akan dilakukan oleh Karang Taruna sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Namun sayangnya rencana itu hingga tahun 2020 belum terlihat adanya pembangunan sarana dan prasarana.

Tampak sampah menumpuk di lokasi Air Terjun Kroya.

Untuk sampai ke lokasi Air Terjun Kroya, membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari Kota Bengkulu. Kemudian berbelok di persimpangan Kantor Bank Bengkulu Unit Sukaraja tepatnya di KM 32, lalu menuju ke arah Desa Suka Maju dengan menempuh jarak sekitar 8 km. Dan rute terakhir setelah persimpangan areal perkebunan karet PTPN 7 Afdeling 51, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 500M melintasi hutan belantara. [Mario]