PedomanBengkulu.com, Mukomuko – Puskesmas Malin Deman merupakan salah satu puskemas pemberi pelayanan kepada peserta JKN-KIS yang terletak di salah satu kabupaten terjauh dari Provinsi Bengkulu yaitu Mukomuko, akses jalan dan komunikasi yang terbatas terkadang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih susah terutama di musim hujan, namun ternyata hal tersebut tidak menyurutkan petugas Puskesmas Malin Deman untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta JKN-KIS yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu bentuk pelayanan maksimal tersebut adalah dengan mengaplikasikan layanan antrean elektronik yang terintegrasi dengan Mobile JKN sebagaimana yang diungkapkan oleh Nur Hidayanti (28) yang merupakan merupakan PIC Puskesmas Malin Deman.

“Dari Desa Malin Deman ke pusat Kota Mukomuko jarak tempuhnya kurang lebih sekitar empat jam dengan kondisi jalan yang sebagian masih belum di aspal. Untuk status Puskesmas Malin Deman termasuk ke dalam puskesmas yang terpencil. Namun walau puskesmas kami masuk puskesmas terpencil kami tidak mau kalah dengan daerah lain, siapa lagi yang akan memajukan daerah kami yang terpencil selain dari kami,  kami juga mengucapkan terimakasih Kepada BPJS Kesehatan yg telah mendukung dan membantu kami dalam meningkatkan kepuasan peserta khususnya wilayah Puskesmas Malin Deman melalui sistem antrean elektronik,” ucap Nur (20/02).

Antrean elektronik yang terintegrasi dengan Mobile JKN adalah sistem antrean pelayanan fasilitas kesehatan berkelanjutan dan berbasis digital yang bertujuan untuk mempermudah peserta dan mengurai antrean FKTP sehingga peserta tidak perlu mengantri lama.

Nur Hidayati yang sudah menjadi PIC di Puskesmas Malin Deman sejak tahun 2013, dia mengatakan antrean elektroniksangat bermanfaat. “Sebelum ada antrean elektronik lewat Mobile JKN pasien JKN-KIS harus menunggu di ruang tunggu terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran, ini dikarenakan petugas pendaftaran dan rekam medis kami hanya dua orang piket per hari nya, namun setelah ada nya antrian elektronik lewat Mobile JKN pasien tidak perlu menunggu di puskesmas untuk mendaftar berobat, mereka bisa mendaftar dari rumah, sebagian pasien yang bisa menggunakan aplikasi Mobile JKN merasa senang dan puas karena mereka tidak menunggu lama dipuskesmas hanya untuk mendaftar berobat,” ujar Nur.

Nur menambahkan bahwa antrean di puskesmas tidak terlalu banyak pada hari biasa namun meningkat cukup banyak di hari Senin dan hari Jumat. “Kami tinggal di wilayah terpencil jadi rata-rata pasien yang datang berobat lebih sedikit dibandingkan dengan puskesmas-puskesmas lain yang ada di Kabupaten Mukomuko, per harinya berkisar 10-15 orang, kecuali pada hari Senin  dan Jumat, kalau hari biasa masyarakat biasanya ke kebun, kalau hari Jumat hari libur mereka dan ini kesempatan untuk datang berobat ke puskesmas, biasanya hari Jumat antrean mencapai 30 orang,” lmbuhnya.

Sampai dengan 20 Februari 2020 sebanyak 88 FKTP di wilayah BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bengkulu yang sudah mengimplementasi antrean elektronik. Untuk Kabupaten Mukomuko sendiri hampir seluruh FKTP atau 25 FKTP yang terimplementasi sistem antrean elektronik.[Rls]