Pedomanbengkulu.com Rejang Lebong – Di tahun 2020 ini Bank Bengkulu memberikan kesempatan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu memiliki kesempatan menjadi pemilik saham di Bank milik daerah ini. Pembelian saham ini dapat dilakukan dengan mendaftar ke seluruh kantor Bank Bengkulu terdekat. Harga perlembar saham Seri B Bank Bengkulu ini dipatok di harga Rp 4 Juta per lembar saham.

“Di tahun 2020 ini Bank Bengkulu akan menjual saham yakni saham Seri A dan Saham Seri B, Untuk Saham Seri A ini dikhususkan untuk pemerintah daerah sedangkan saham seri B ini bisa dimiliki oleh masyarakat. Untuk saham seri B ini harganya Rp 4 Juta perlembar. Pembelian saham seri B ini ada dua mekanisme yakni yang membeli saham di atas Rp 10 Miliar langsung ke tim Bank Bengkulu sehingga tercatat namanya baik itu perorangan maupun badan usaha atau lembaga. Mekanisme pembelian kedua yakni yang dibawah Rp 10 Miliar menggabung ke koperasi, pembeliannya dapat langsung menghubungi personil Bank Bengkulu, personil Bank Bengkulu ini kami tugasi untuk ikut menjual saham seri B ini” kata Direktur Utama Bank Bengkulu H Agus Salim pada saat kegiatan Coffe Morning dengan Pemda Rejang Lebong, selasa (18/2/2020).

Ditambahkan Agus Salim, pembeli saham Seri B ini diprioritaskan kepada Warga Provinsi Bengkulu. Membeli Saham Seri B ini sangat menguntungkan karena deviden Bank Bengkulu ini cukup besar yakni antara 12-15 Persen pertahun

“Memang untuk tahun pertama, saham yang dibeli ini belum bisa diperjual belikan nanti setelah satu tahun bisa diperjualbelikan. Pembeli saham ini tidak perlu khawatir karena diawasi oleh OJK dan kita juga sudah mengijinkan kita menjual saham ini,” kata Agus Salim.

Agus menambahkan diakhir tahun 2020 ini, bank bengkulu wajib memiliki modal Rp 1 Triliun sehingga masuk katagori bank buku II sehingga dapat melakukan kegiatan produk atau aktivitas dalam rupiah dan valuta asing dengan cakupan yang lebih luas dari BUKU 1. BUKU 2 dapat melakukan kegiatan treasury terbatas mencakup spot dan derivatif plain vanilla serta melakukan penyertaan sebesar 15% pada lembaga keuangan di dalam negeri.

“Sekarang ini Modal inti bank bengkulu Rp 700 Miliar lebih, untuk meningkatkan modal ini kita melakukan penjualan saham seri B dan penambahan modal dari 9 pemerintah Kabupaten, 1 Kota dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. kita yakin diakhir tahun Modal inti ini sudah terpenuhi sehingga kita masuk ke bank BUKU II,” kata Agus Salim.

Di tempat yang sama, Bupati Rejang Lebong H A Hijazi menyampaikan bahwa seluruh pemegang saham yakni 10 Kabupaten kota dan Provinsi untuk meningkatkan bank bengkulu menjadi bank dengan katagori BUKU II. Berdasarkan RUPS yang telah dilakukan maka masing masing Pemerintah kabupaten dan kota sepakat untuk menambah modal sebesar Rp 20 miliar dan Pemerintah Provinsi menambah modal Rp 100 Miliar.

“Untuk penyertaan modal dari kabupaten Rejang Lebong akan kita upayakan di tahun ini, Awalnya kita merencanakan penyertaan modal di APBD Murni, namun karena struktur Keuangan kita belum memungkinkan karena banyak yang harus diprioritaskan maka akan kita lakukan pada APBD Perubahan,” kata Bupati.

Ketua DPRD Rejang Lebong Mahdi Husein menyampaikan bahwa pihak Dewan merespon baik rencana penambahan modal tersebut.

“Dalam acara Coffe Morning ini tadi, kita sudah mendengar ekspos dari BPD Bank Bengkulu bahwa akan dilakukan peningkatan katagori dari BUKU I menjadi BUKU II, nah untuk penambahan modal ini kita respon dan akan kita bahas di lembaga, kita akan melihat struktur keuangan kita, mudah mudahan nanti penyertaan modal ini bisa kita penuhi di akhir tahun,” kata Mahdi.[Julkifli Sembiring]