PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) akan mengadakan lomba pembuatan video pendek dengan tema ‘Kita Indonesia’ yang pesertanya para pelajar SMA/sederajat Provinsi Bengkulu.

Koordinator Bidang Pemuda dan Pendidikan  BNPT Andi Subhan, Jumat (21/2/2020) mengungkapkan, mekanisme pembuatan video pendek sudah disepakati BNPT melalui FKPT di 32 Provinsi. Penjurian lomba video pendek akan dilakasanakan di pusat atas dasar menghindari pemikiran diskriminatif, oleh karena itu bidang pemuda dan pendidikan melalui 32 FKPT sangat mengapresiasi hal tersebut.

“Tentu ini merupakan sebuah inisiatif yang harus dilakukan agar para pelajar dapat memahami bahwa radikal-terorisme sangat berbahaya bagi pemuda dan masa depan Indonesia. Penyebaran paham radikalisme dan terorisme banyak menyasar pemuda dan Pelajar/Sederajat di lingkungan lembaga pendidikan maupun masyarakat. Paham tersebut saat ini tentu lebih banyak dan lebih mudah merebak melalui teknologi, informasi dan komunikasi, khususnya media sosial terutama melalui video. Maka dari itu, perlu adanya penguatan pemahaman anti radikal terorisme di kalangan pemuda dan Pelajar/Sederajat sebagai daya imun mereka agar tidak terpapar paham radikal terorisme,” kata Andi Subhan.

Andi Subhan menjelaskan, selain lomba juga akan diadakan pelatihan pembuatan video pendek, pelatihan tersebut nantinya tidak hanya melibatkan pemuda dan Pelajar/Sederajat berprestasi tetapi juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Agar para tokoh dan masayarakat ikut andil dalam upaya pencegahan radikal-terorisme, menjadi benteng dan dapat mengawasi pemuda dan Pelajar/Sederajat dari berbagai paham yang berpotensi menghancurkan keutuhan NKRI.

Kegiatan ini ada dua sesi sesi pertama ada dua meteri, pertama oleh  Narasumber BNPT dengan tema “kebijakan dan strategi pencegahan radikal-terorisme di kalangan pemuda dan pelajar/sederajat. Materi kedua Oleh Kabid pemuda dan pendidikan FKPT dengan tema-tema peran aktif pemuda dan Pelajar/Sederajat dan organisasi kepemudaan dalam pencehagan radikal-terorisme. Kemudian sesi kedua merupakan pembekalan materi video oleh narasumber praktisi film dengan tema “melawan propaganda paham radikal terorisme secara apple to apple dan menyasar pada paham-paham atau ideologi radikal terorisme”.

“Para pesarta SMA/sederajat tidak hanya mendapatkan materi terkait lomba video pendek melainkan pembahasan pada penguatan  konten-konten kontra paham radikal terorisme dan melakukan kampanye damai ‘’kita Indonesia’’ di kalangan masyarakat,” jelas Andi Subhan. [Anto]