PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Buku bertajuk ‘Transisi Demokrasi’, yang sudah siap edar ditulis Awang Konaevi, SH, banyak berisi artikel terkait Pemilu 2019 menuju Pilkada 2020. Dimana banyak nomenklatur hukum yang membuat sistem Pemilu, baik penyelenggara, substansi hukum, maupun kultur demokrasi dalam posisi terombang-ambing oleh ketidakpastian aturan.

Menurut Awang Konaevi, sebagai pengarang buku berjudul ‘Transisi Demokrasi’, peluncuran buku itu sangat bagus pada situasi saat ini dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020.

“Di senayan sedang diskusi panjang, seputar kepentingan. Kadang realitas jauh berbeda dari sebuah harapan. Hal ini sangat mempengaruhi bangunan demokrasi di Indonesia”, ungkap Awang Konaevi saat ditemui PedomanBengkulu.com, Senin (10/2/2020).

Tambah Awang, dimana UU 10/2016 mengatur rezim pemilihan kepala daerah, secara aturan banyak berbeda dengan rezim Pemilu yang diatur dalam UU 7/2017.

“Maka dalam menyongsong Pilkada 2020, menimbulkan banyak persoalan dalam sistem Pemilu hari ini, baik secara aturan, strukturan, maupun kultural di masyarakat,” katanya.

Lanjutnua, ini adalah sebuah coretan pinggiran dari kepingan kecil demokrasi jauh dari kata kesempurnaan. Coba diramu menjadi satu dalam buku.

“Semoga ini berguna bagi bangsa dan negara. Karena bangunan indah tak akan berguna, bila pondasinya rapuh dalam ketidakkonsistenan,” ujarnya.

Untuk diketahui buku berjudul ‘TRANSISI DEMOKRASI’, Copyright © Awang Konaevi, SH
Editor : Oki Alek S., S,H, Desain Cover: Alfath, Desaign x + 116 hlm. ; 14,8 x 21,0 cm, ISBN : 978-623-92784-0-3, Penerbit Zara Abadi, buku tersebut bila berminat Hub, Hp/Wa: 085268628409 (Penulis) dan Fildha Hulyani (0895422981073).[Soprian]