Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu Berdaulat melakukan konsolidasi ulang setelah mengetahui ada rekan-rekan mereka yang diamankan dalam aksi menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kedatangan Presiden RI Jokowi disambut aksi damai oleh mahasiswa Bengkulu yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu Berdaulat, menggelar aksi di jalan Iskandar kelurahan Tengah Padang, Rabu (5/2/2020) pagi.

Aksi gabungan ini mahasiswa ingin menyampaikan langsung aspirasi masyarakat perihal isu-isu nasional dan daerah, antara lain seperti isu daerah mengenai PLTU batu bara di Bengkulu.

Tidak lama kemudian aksi ini digagalkan dan 4 orang mahasiswa diamankan diantaranya 1 orang dari mahasiswa UNIB dan 3 orang mahasiswa dari UMB.

Diamankaannya mahasiswa tersebut lantaran diduga menjadi provokator dalam peresmian momentum Fatmawati.

Berdasarkan kronologisnya, pada pukul 08.00 massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu Berdaulat berkumpul di lapangan seberang SMP Negeri 3 Kota Bengkulu untuk melakukan long march menuju Masjid Jamik sesuai dengan titik aksi yang disepakati,

Presiden Mahasiswa (Persma) Universitas Bengkulu (UNIB) M Fauzan Hanif mengatakan pada 15 menit pertama aksi berjalan dengan kondusif tidak ada tindakan represif ataupun kericuhan yang ditimbulkan oleh massa aksi, namun proses negosiasi sedang berjalan karena dari pihak aparat menganggap bahwa aksi ini merupakan aksi tanpa surat pemberitahuan dan dianggap ilegal maka kegaduhan mulai terjadi.

“Sedangkan kami sudah melakukan pemberitahuan kepada pihak kepolisian tepat pada tanggal 3 Februari lalu,” jelas Fauzan.

Dengan alasan tanpa adanya surat pemberitahuan tersebut maka dari pihak aparat melakukan pembubaran secara paksa.

“Namun dari pihak kami yang mencoba untuk melakukan tindakan bertahan dan melakukan penenangan massa aksi yang dipukuli oleh pihak aparat,” tambahnya.

Ia membenarkan empat orang sempat diamankan.

“Adapun empat orang yang ditangkap sebagai berikut, pertama Kelvin Aldo, kedua Elekusman, ketiga Abdullah dan keempat Aditya Andala Pratama,” katanya.

Persma UNIB M Fauzan Hanif

Dengan mempertimbangkan massa aksi kami yang cidera ringan karena dipukuli dan dipaksa untuk membubarkan diri dan massa aksi tidak sebanding dengan pihak aparat maka massa aksi menarik diri untuk melakukan konsolidasi ulang guna memastikan bahwasannya massa aksi dalam keadaan baik-baik saja dan tanpa ada kekurangan apapun.

“Kami sangat kecewa apa yang terjadi hari ini, kami bersatu bergerak atas dasar cinta dan kepedulian. Kami bersama sama dengan gerakan mahasiswa Bengkulu dengan niat yang jelas kami ingin dapat menyampaikan aspirasi secara langsung karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini di negara kita tercinta kepada presiden namun yang terjadi ada upaya pembatasan dan tindakan-tindakan yang tidak selayaknya kami dapatkan oleh pihak aparat. Perjuangan ini belum usai,” paparnya.

Puji Hendri Julita Sari Wakil Presiden UMB menambahkan sangat menyanyangkan terhadap tindakan referensif dari pihak aparat, dimana aksi Mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi rakyat justru dibatasi dan dihalangi.

“Pada hari ini sejatinya suara mahasiswa layaknya dibungkam, baru beberapa menit masa aksi menyampaikan aspirasi di mimbar bebas justru di bubarkan secara paksa dan referensif oleh pihak keamanan. Kami datang dengan argumentasi tidak selayaknya dijawab dengan kekerasan dan tindakan referensif aparat,” tegasnya. [Soprian]

Ini tuntutan mahasiswa terkait kedatangan Presiden RI ke Provinsi Bengkulu:

1. Mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpu terhadap UU nomor 19 tahun 2019 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi.

2. Mendesak Presiden joko widodo untuk menuntaskan permasalah korupsi.

3. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk membantalkan kenaikan iuran BPJS guna menjalankan amanat konstitusi pasal 28 H ayat 1 UUD negara Republik Indonesia tahun 1945.

4. Mendesak Presiden Joko Widodo selaku pemegang kekuasan pemerintahan untuk menutup PLTU batu bara Teluk Sepang.

5. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memangkas hutang luar negeri dan membuka akses terkait kerterbukaan informasi hutang luar negeri Indonesia.

6. Mendesak pemerintah segera menuntaskan kasus HAM dan menjamin kebebasan berpendapat setiap warga negara di muka umum.

7. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memastikan anggaran pendidikan terealisasikan di tiap daerah dan meminta Jokowi untuk turut andil dalam perbaikan yang merata di provinsi Bengkulu.

8. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memastikan karhutla tidak terjadi kembali, tindak tegas oknum pembakar hutan baik pribadi maupun korporasi.

9. Mendesak Presiden Joko Widodo mengentaskan masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di Indonesia, terkhusus di Bengkulu.

10. Mendesak Presiden Joko Widodo mengoptimalkan tim audit untuk menuntaskan BUMN bermasalah.