PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Walikota Bengkulu Helmi Hasan, menyampaikan ribuan terima kasih kepada mantan Gubernur Agusrin M Najamudin atas kiprahnya yang telah berhasil membangun Provinsi Bengkulu semasa menjadi Gubernur.

Salah satu kenangan Gubernur Agusrin sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat dalam membawa perubahan Bengkulu yaitu membangun dan menata kawasan wisata Pantai Panjang hingga Pasar Bengkulu.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada pak Agusrin, mantan Sekda pak Sumardi, pak Asnawi A Lamat, dimana mereka semua telah berjasa membangun Provinsi Bengkulu. Pak Agusrin akan selalu dikenang masyarakat Bengkulu sebagai Gubernur yang telah membawa perubahan besar bagi Bengkulu. Di era pak Agusrin lah, Pantai Panjang mengalami perubahan,” jelas Helmi Hasan.

Ini penghormatan dan penghargaan yang luar biasa kepada para pemimpin terdahulu seperti Agusrin M Najamudin dan mantan-mantan Gubernur yang lain. Karena mereka telah berbuat untuk Bengkulu, ungkap Helmi Hasan.

“Masyarakat Bengkulu khususnya para petani di desa-desa tentu tidak akan pernah lupa dengan bantuan handtractror yang dibagikan pada zaman Agusrin menjadi Gubernur. Program handtractor tersebut sangat bermanfaat bagi dunia pertanian Bengkulu, khususnya dalam menunjang kesejahteraan para petani,” tambah Helmi Hasan.

Saat ini telah beredarnya foto Agusrin bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah serta sejumlah tokoh Serawai, sedang berpoto bersama bergandengan tangan sambil mengempalkan tangan dalam pertemuan tersebut dikabarkan Agusrin mensupport Rohidin Mersyah untuk maju Pilgub, hal tersebut Helmi mengaku menyambut positif.

“Siapa yang akan menjadi gubernur akan datang, semua sudah tercatat, sebagai orang beriman kita harus yakin akan hal itu. Oleh karena itu, momen Pilgub ini jangan dijadikan arena permusuhan, hujat menghujat atau sebagainya. Justru dengan Pilgub ini kita harus saling support, mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan. Pertemuan pak Agusrin dan pak Rohidin saya pikir baik, bisa memperkuat silaturahmi tokoh Bengkulu,” demikian Helmi. [Soprian]